Pabrik Modul Surya Baru Hadir di Bogor - strategi.id
Teknologi

Pabrik Modul Surya Baru Hadir di Bogor

Pabrik Modul Surya Baru Hadir di Bogor
Pabrik Modul Surya Baru Hadir di Bogor

Strategi.id – Direktur Jenderal EBTKE, F.X. Sutijastoto berkesempatan hadir untuk meresmikan pabrik modul surya Solar Quest, milik PT. Deltamas Solusindo yang berlokasi di Parung Panjang, Bogor (24/4/19). Solar Quest merupakan pengembangan bisnis dari PT. Deltamas Solusindo yang spesialisasi bisnisnya  di bidang clean room Heating Ventilation Air Condisioning (HVAC) dan Kontrol Sistem Otomasi Gedung.

Pabrik modul surya Solar Quest menggunakan sistem robotic untuk proses produksinya. Dengan hadirnya Solar Quest diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan energi terbarukan khususnya tenaga surya dan sekaligus juga menjadi pemicu agar industri-industri energi terbarukan lainnya dapat tumbuh berkembang di Indonesia.

Dalam sambutannya, Dirjen Toto mengatakan bahwa sekarang Pemerintah masih terus membangun market karena pasar sangat penting bagi terbangunnya industri. Pasar dari energi surya ini merupakan bagian dari target pencapaian energi baru terbarukan untuk menggantikan bahan bakar minyak yang sekarang hampir 50 persen nya impor.

Baca Juga : IIMS 2019 Resmi Dibuka Menteri Perindustrian

“Penggunaan LPG kita sudah cukup besar, lebih dari 50% impor, nah impor ini kalau sedang tinggi harganya mengganggu ekonomi kita, oleh karena itu kita dorong dari EBT yang diantaranya panas bumi, tenaga air, kemudian juga biofuel, tenaga angin dan juga tenaga matahari. Nanti nya kedepan sewaktu kita mengembangkan EBT, kita jangan hanya mengembangkan pasar tetapi juga harus mengembangkan industrinya”, ujar Toto

Lebih lanjut ia menjelaskan, Pemerintah berperan sebagai fasilitator yang membantu menciptakan dan membangun pasar untuk energi surya, yang sangat potensial bagi Indonesia karena faktor negara khatulistiwa. Pasar bagi tenaga surya antaralain membangun green building, yang tidak hanya rooftopnya tapi dinding pun bisa dipasang solar energy. Untuk daerah wisata, dapat dibangun pariwisata yang berwawasan lingkungan dan ecotourism yang energinya berasal dari sumber energi bersih misalnya energi surya atau angin ataupun energi terbarukan yang lain.

Upaya Kementerian ESDM melalui pelaksanaan program APBN untuk membangun PLTS juga merupakan bagian dari strategi penciptaan pasar solar PV. Direktorat Jenderal EBTKE telah membangun PLTS dengan Dana APBN pada tahun 2007 – 2017 dengan total kapasitas sebesar 28.197 kWp, dan dengan alokasi anggaran DAK pada tahun 2011 – 2018 dengan total kapasitas sebesar 6.937 kWp. Sementara total kapasitas pembangunan PLTS melalui skema IPP adalah  sebesar 22,435 MW. Diharapkan industri solar PV akan mengembangkan lebih lanjut pasar solar PV.

Dalam kesempatan ini, Dirjen Toto juga menyampaikan strategi pengembangan energi baru dan terbarukan yang dijalankan saat ini, yaitu:

  1. Menggerakkan seluruh pemangku kepentingan dalam pencapaian target pengembangan EBTKE
  2. Menciptakan pasar bagi EBTKE
  3. Memanfaatkan best practice technology EBTKE dengan harga yang kompetitif
  4. Menciptakan iklim bisnis yang kondusif bagi investasi EBTKE: a level playing field
  5. Menciptakan nilai-nilai ekonomi baru (new economic values) dengan terwujudnya berbagai unit usaha di bidang EBTKE
  6. Melaksanakan program nasional percepatan pengembangan EBTKE, yaitu:
  • Program nasional EBT untuk daerah-daerah yang belum berlistrik
  • Program nasional sinergi Kementerian/Lembaga untuk pengembangan EBT
  • Program nasional agro-energy
  • Program nasional pariwisata bersih dan hijau; green and smart city and regions
  • Program nasional klaster ekonomi berbasis sumber daya setempat
  • Program nasional “smart and green building” dan “smart and green building”

Baca Juga : Satelit Satria Akan Perkuat ‘Infrastruktur Langit’

Saat ini industri di Indonesia telah mampu memproduksi modul surya dalam negeri walaupun masih dalam tahap assembling modul dengan menggunakan sel surya (solar cell) impor. Terdapat lebih dari 15 industri manufaktur modul surya nasional dimana 11 diantaranya terhimpun dalam Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI) dengan kapasitas produksi dapat mencapai sekitar 500 MWp/tahun.

Solar Quest mampu menghasilkan modul dengan kualitas baik, yaitu Modul PV polycrystalline SQ260 dan SQ320 yang saat ini telah memiliki sertifikat dari TUV dan SNI. Saat ini. Modul PV yang dihasilkan memiliki masa pakai jangka panjang karena memiliki efisiensi daya tinggi dengan 25 tahun output kinerja dijamin pada 80%. Daya maksimum modul PV SQ260 adalah 265 Wp sementara SQ320 memiliki daya maksimum 325 Wp. Tentunya kehadiran Solar Quest akan dapat meningkatkan daya saing produsen dalam negeri dalam persaingan pasar global modul surya.

1 Comment

1 Comment

  1. Amran Mohamad

    28 April 2019 at 11:16

    Its a very good start…semoga kwalitas produk lokal ini lebih unggul dari sebelumya dari PAbrik APAMSI dan juga sehebat marek import…dan yang penting harga lokal PV module bisa relative competitive dengan MArek unggul import…..Maka Konsumen akan mendokong Produk SSI ini….. Jangan harapkan konsumen membayar harga CAMRY untuk Avanza…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top