Corong

Pahlawan Di era Milenial

Strategi.id- Febri Lintang Aktivis Perempuan dan Perlindungan Anak

Strategi.id- Pahlawan (Sanskerta: phala-wan) diambil dari bahasa sanskerta yg berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama. Jika dapat diartikan Pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang yang gagah berani membela kebenaran dan buah perjuangannya dapat dirasakan oleh banyak orang.

Hari Pahlawan 10 November adalah bentuk peringatan atas peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya Jawa Timur. Pertempuran Surabaya sendiri merupakan peristiwa sejarah perang antara tentara Indonesia dan pasukan Britania Raya. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
Dahulu kita sering mengartikan pahlawan itu sebagai ksatria yang berjuang di medan peperangan. Namun seiring berkembangnya zaman, berkembang pula tekhnologi dan peradabanpun berubah.

Memasuki era digital saat ini perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan cita cita proklamasi bukan lagi diselesaikan di medan tempur bersenjata, namun di medan2 perjuangan tekhnologi dan informasi. Berkembangnya Ilmu pengetahuan menjadikan dunia tanpa batas dan menghubungkan satu negara dan lainnya.
Industri menjangkau semua kalangan memasuki peradaban baru yang serba modern.

Baca Juga : Makna Sumpah Pemuda Di Generasi Milenial

Penguasaan satu negara terhadap negara lain tidak lagi melalui perang dan penjajahan dalam penguasaan mutlak. Neo kolonialisme berjalan seiring pesatnya arus tekhnologi, negara negara yang secara ekonomi lebih kuat dapat menguasai negara negara miskin dan berkembang dengan dalih bantuan ekonomi atau Pinjaman, semakin besar hutang sebuah negara semakin lemah pula posisi tawar negara tersebut. Alhasil ketika para pemilik modal dan meminta bayaran atas Hutang dan bunganya tak pelak lagi akhirnya sebagian Tanah Air, Aset Bangsa ikut tergadaikan sebagai jaminan.
Dengan kondisi seperti ini sudah saatnya lahir para pahlawan pahlawan baru, yang terus mmembawa semangat kemerdekaan terbebas dari segala bentuk penjajahan dan terus mengobarkan cita cita para pendiri bangsa ini yang saat ini hampir tenggelam dan terlupakan.
Pancasila sebagai Ideologi hanya dijadikan Jargon, Trisakti hanya jadi lip service para politisi ketika musim kampanye tiba. Kedaulatan secara Politik bukan haanya karena pemimpin negara A mau bertemu Presiden Indonesia, bukan hanya sanggup melakukan jamuan besar bagi negara- negara peminjam modal namun kedaulatan yang sesungguhnya adalah ketika sanggup berdimplomasi dan bernegosiasi dengan lantang untuk menyelamatkan nasib warga negara dan bangsanya, mampu menyelamatkan Warga Negaranya yang akan di hukum mati di negara lain.

Baca Juga :

Berdikari secara ekonomi, ketika kemandirian sebuah bangsa atas kebutuhan dasar bagi warga negaranya masih belum dapat terpenuhi maka belumlah dapat dikatakan berdikari secara ekonomi. Penguasaan alat alat ekonomi dan aset aset bangsa yang dikuasai oleh bangsa asing menjadikan bangsa ini tetap hanya sebagai buruh dan bukan sebagai pemilik kekayaan bumi Nusantara. Ketika seluruh kebutuhan mendasarpun haruslah mengimpor dari negara lain jelaslah negara ini hanya menjadi bangsa konsumen dan bukan produsen karena tak mampu melindungi hasil produksinya bahkan di dalam negeripun tak terlindungi.

Baca Juga : Sejarah 10 November Diperingati Sebagai Hari Pahlawan?

Berkepribadian dalam kebudayaan, dengan derasnya arus informasi dan semakin luasnya jaringan media menjadikan segala macam informasi dan budaya bercampur aduk. Semakin kuat pengaruh yg didapat terserap tanpa filter dan terus meenerus diberikan tanpa diimbangi dengan penguatan Karakter Bangsa, meenjadikan bangsa ini hampir kehilangan jatidirinya. Bangsa yang sudah kehilangan jatidirinya akan sangat mudah dikuasai oleh bangsa lain.
Dengan semangat Hari Pahlawan 10 November ini kita bangun kembali semangat patriotisme dan Nasionalisme kita. Kita rebut kembali kemerdekaan bangsa ini, kita jadikan Indonesia Negara dan Bangsa yang besar kuat dan bebas dari kekuatan dan cengkraman bangsa lain. Kita jadikan Indonesia Bangsa yg berbudaya tanpa terpecah pecah.

Selamat Hari Pahlawan
10 November 2018

Pelulis : Febby Lintang, Aktivis Perempuan dan Perlindungan Anak

Berikan Komentar

Berikan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + 3 =

Atas