Pak Pos Demo Menuntut Direksi PT Pos Indonesia Turun Dari Jabatannya – strategi.id
BUMN

Pak Pos Demo Menuntut Direksi PT Pos Indonesia Turun Dari Jabatannya

Strategi.id - Pak Pos Demo Menuntut Direksi PT Pos Indonesia Turun Dari Jabatannya

Strategi.id – Serikat Pekerja Pos Indonesia Kuat Bermartabat (SPPI KB) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung PT Pos Indonesia, Rabu (06/02/19). Mereka menuntut agar jajaran direksi perusahaan turun dari jabatannya. Menurut dia, kinerja operasional dan keuangan PT Pos Indonesia selama tiga tahun terakhir malah memburuk karena manajemen menerapkan tata kelola perusahaan dan sistem pola karir yang tidak objektif sesuai harapan karyawan.

“Kami meminta kepada pemegang saham, kepada presiden, kepada menteri untuk mengganti pimpinan direksi kami ini,” tegas Hendri Joni.

Baca Juga : Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Rp 119 Miliar

Serikat pekerja juga menuntut disparitas gaji yang sangat besar antara level staf dan pimpinan perusahaan.

Sekretaris Jenderal SPPI KB Hekndri Joni mengungkapkan perbandingan gaji karyawan dengan level staf level dan level pejabat sangat jauh berbeda. Ditambah lagi dengan keterlambatan pembayaran gaji oleh manajemen. 

“Disparitas gaji karyawan dan pejabat antara bumi dan langit. Saya contohnya kepala kantor di Pariaman, gaji saya cuma Rp5,4 juta sedangkan pejabatnya Rp50 juta-an. Ini saya level pimpinan nih, kepala kantor, belum kawan-kawan tingkat di level bawah. Kami sabar tentang itu, tapi ditambah lagi terlambatnya (pembayaran) hak kami,” ujar Hendri di tengah-tengah aksi demonstrasi, Rabu (6/2/19).

Di tempat terpisah Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pos Indonesia (Persero) Agus F Handoyo angkat suara mengenai demonstrasikaryawan yang menuntut pencopotan direksi.

Menurut Agus, keputusan mengangkat dan memberhentikan direksi ada di tangan pemegang saham. “Kalau itu kan ada di pemegang saham ya,” ujarnya, Rabu (6/2/19). 

Baca Juga : Untuk Melunasi Hutangnya, Perusahaan BUMN Ini Jual 18 Ruas Jalan Tol

Direksi perusahaan logistik pelat merah tersebut mengklaim telah membuka ruang untuk berdialog dengan karyawan. Namun, karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia Kuat Bermartabat (SPPI KB) mengaku tak bisa hadir. 

Demo yang digelar SPPI KB ini dimulai pukul 09.00 WIB di depan Gedung Pos Indonesia dan dilanjutkan ke Gedung Kementerian BUMN dan berakhir di depan Istana Negara. 

Demo di depan kantor Kementerian BUMN menghasilkan surat yang menyatakan bahwa aspirasi SPPI KB ditampung dan akan menjadi perhatian serius, termasuk pertimbangan dalam proses tindak lanjut yang akan dilakukan pemerintah.

PT Pos Indonesia pada Januari 2019 mengalami keterlambatan pembayaran gaji ,sampai akhirnya, manajemen baru membayar gaji karyawan pada Senin (4/2/19) sore.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top