Pancasila Diuji Oleh Covid-19 - strategi.id
Dialektika

Pancasila Diuji Oleh Covid-19

Strategi.id - Pancasila Diuji Oleh Covid-19

Strategi.id – Kita tahu pandemi Covid-19 melanda dunia yang bermula di Wuhan China. Semua luluh lantak oleh Covid-19 ini, baik dari pedagang kaki lima sampai kepada angkatan bersenjata militer gagah perkasa dari negara-negara Adi daya. Dua negara Adi dayapun saling tuding dalam persoalan ini.

Baru-baru ini sebuah negara Adi daya Amerika Serikat tengah dilanda kerusuhan massal akibat tewasnya seorang sipil tanpa senjata diperlakukan secara aniaya oleh petugas kepolisian saat penangkapannya. Terlihat dalam video secara viral tersebut, George Flyod berkulit hitam keturunan Afrika Amerika dibekuk oleh 4 petugas Kepolisian setempat berkulit putih dengan lehernya ditekan sangat keras oleh lutut seorang petugas polisinya (terlihat dari pernyataan George yg tersengal-sengal–“I can’t breathe”).

Baca Juga : UPDATE 31 Mei 2020 Kasus Positif COVID-19 Naik 700 dan Pasien Sembuh 293

Ironisnya tuntutan kepada 4 oknum polisi tersebut hanya sebatas hukuman percobaan pembunuhan tingkat dua dan tiga. Padahal yg melakukan adalah para petugas keamanan yg tau betul Standar Operasional Prosedur bagaimana menangani seorang terindikasi melakukan tindakan kriminal tanpa bersenjata dan tanpa perlawanan sejak diborgol.

Kejadian Flyod di tengah pandemi menyentak kita semua bahwa sekat-sekat kesenjangan sosial dan ekonomi sangatlah rentan dalam kondisi saat ini. Negara se Adi daya Amerika Serikat yang sudah ratusan tahun merdekanya masih saja persoalan RASIS belum tuntas? Bagaimana dengan Indonesia menghadapi pandemi global ini?

Sebenarnya simple menghadapi Covid-19 ini bila Negara Republik Indonesia itu benar-benar berdaulat baik di mata rakyatnya sendiri maupun di mata dunia. Pemerintahnya baik dari Presiden sampai ke kepala desa sangat bisa menangkal, melawan dan memberantas COVID-19 ini. Lagi-lagi Leadership Pancasila yang diuji di sini.

Kita semua tahu dengan sejalannya sejarah berlangsungnya geopolitik Indonesia. Bahwa Pancasila bukanlah sekedar Ideologi, tapi dia sebuah Philosphische Grondslag alias akar budaya bangsa ini secara berabad-abad lamanya. Namun semenjak Presiden Sukarno mencanangkan Pancasila pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1959 dan Sidang Umum PBB di Genewa tahun 1960 dalam Judul Besar “To Build The World Anew”, Pancasila sudah kehilangan mukanya, karena terbukti Pancasila belumlah melahirkan Leadership setangguh Presiden Sukarno.

Baca Juga : “ New Normal Sebuah Jalan Pahit”

Presiden Soehartopun sempat coba untuk memultidimensikan Pancasila di saat dirinya sudah menjadi MACAN ASIA di awal tahun 1990 dengan mengangkat Pancasila dalam Sosialis Religiusnya. Dia coba untuk mengumpulkan konglomerat-konglomerat Taipan yang sudah dia pupuki selama lebih dari dua puluh tahun di sektor ekonomi dengan memungut zakat 2,5 persen dari kekayaan mereka selama dipupuki oleh Presiden Soeharto.

Namun gagal dengan upaya-upaya penggulingan dan kudeta pemerintahannya oleh para Taipan ini. Kegagalan para taipan ini tidak bisa kita pungkiri, bahwa Presiden Suharto yang tergolong sudah senja usianya masih dengan gagah perkasa menyatakan Berhenti (bukan mundur) di depan ratusan juta rakyatnya dan di depan dunia pada 21 Mei 1998, hanya untuk menyelamatkan putra-putri bangsanya yang tersandera di Gedung DPR/MPR (18-20 Mei 1998).

Benar apa kata Presiden Sukarno bahwa “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri”. Bila tidak ada pengkhianatan G30S/PKI, PRRI/ PERMESTA, DI/ TII, mungkin kita tidak akan pernah percaya bahwa Sukarno adalah Pemimpin Yang Dilahirkan Dari Pancasila.

Dan kita juga tidak akan pernah percaya bahwa Soeharto adalah Seorang Pemimpin yang dilahirkan dari Pancasila bila beliau tak menyatakan Berhenti secara LIVE di stasiun TV Nasional dan disiarkan secara dunia pada 21 Mei 1998.

Baca Juga : “ New Normal Sebuah Jalan Pahit”

Jadi Pancasila itu, saya meyakini akan melahirkan LEADERSHIP. Di tengah pandemi Covid-19 ini lagi-lagi Pancasila sedang mengandung seorang Leader. Apakah itu Presiden Jokowi ataukah Pemuda Indonesia lainnya?

Leadershipnya Pancasila itu sederhana sekali indikatornya kok. Apa saja?
“Adanya aktivasi self defense Pancasila berupa gaya sentrifugal dan gaya sentripetal Gotong Royong Rakyat Indonesia”.

Untuk mengaktivasi self defense Pancasila ini bila terlalu rumit, ada 3 jalannya, yakni:

  1. Aktivasi para tokoh agama untuk memimpin umatnya berbondong2 memohon mengetuk pintu langit akan ampunan dan Rahmat dari NYA.
  2. Aktivasi Sosio Nasionalisme bangsa ini dengan samenbundeling van alle revolutionaire krachten, contoh: bikin lomba obat vaksin virus Covid-19, kerahkan ibu2 posyandu di tingkat desa/ kelurahan untuk PSBB.
  3. Aktivasi Sosio Demokrasi gak bakal sulit dilakukan bila poin satu dan dua selesai dilaksanakan.

Jadi sejatinya Leadership yang dilahirkan Pancasila itu memanglah seorang Expert dalam Social Engineering. Dan jangan heran bila Leadership Pancasila ini juga dengan mudah memimpin dunia.

Baca Juga : Kebijakan Selamatkan Manusia Indonesia dari Pandemi COVID-19

Sekali lagi saya mesti menandaskan di hari Pancasila 1 Juni ini bahwa:

  1. Pancasila bukan sekedar Ideologi,
  2. Pancasila juga bukan bagian dari Ideologi Sosialis Komunis,
  3. Pancasila juga bukan bagian dari Ideologi Imperialis Kapitalis,
  4. Pancasila juga bukan gabungan (sublimasi) dari ideologi Sosialis Komunis dan ideologi Imperialis Kapitalis,
  5. Pancasila adalah Philosphische Grondslag Bangsa ini selama berabad-abad lamanya sehingga Pancasila diangkat lebih tinggi (horge offtracking) dari kedua ideologi/ paradigma peradaban dunia yang sudah ada (Sosialis Komunis & Imperialis Kapitalis) dengan kata lain Pancasila adalah Azimat Bangsa Indonesua,
  6. Pancasila juga bukanlah Paradigma Peradaban Dunia yang bersifat tertutup sehingga Pancasila sangat siap dibelek dan dibedah dengan pisau analisis Paradigma Peradaban Dunia manapun.
  7. Pancasila punya Self Defense sehingga mengaktivasi Pancasila itu sangat mudah sekali.

Selamat mengaktivasi Pancasila pada diri kita masing-masing, keluarga, lingkungan dan negara republik Indonesia serta dunia.
Covid-19 adalah Kode Alam sebagai Panggilan Sejarah Pancasila akan melahirkan Leadership Berkaliber Global.

Jatisampurna, 1 Juni 2020.

Penulis: Dodi Ilham (Presiden GOBER Community).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top