Pancasila Lahir 1 Juni; ‘Buat Akte’ 18 Agustus 1945 - strategi.id
Dialektika

Pancasila Lahir 1 Juni; ‘Buat Akte’ 18 Agustus 1945

Strategi.id- Pancasila Lahir 1 Juni; ‘Buat Akte’ 18 Agustus 1945

Strategi.id- Presiden Joko(wi) Widodo menetapkan 1 Juni sebagai Hari Kelahira (Harlah) Pancasila, melalui Keputusan Presiden (Keppres) 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Dalam bagian menimbang point ‘d’, terdapat rangkaian kata yang begitu indah merangkum proses kelahiran sampai ditetakan rumusan final Pancasila.

“Menimbang: d. bahwa sejak kelahirannya pada tanggal 1 Juni 1945, Pancasila mengalami perkembangan hingga menghasilkan naskah Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan dan disepakati menjadi rumusan final pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia;”.

Baca Juga : Preambule UUD 1945, Declaration of Indonesian Independence

Rangkaian kalimat itu dengan jelas menguraikan proses Pancasila dari kelahiran, proses dialektika di Panitia Sembilan, hingga ditetapkan rumusan finalnya. Itu cukup jelas, dan gambling. Jika kita mau kembali melihat sejarah, memang seperti demikianlah perjalanan kelahiran die Weltanschauung/Dasar Negara kita Pancasila.

Namun, jelang dan di tengah perayaan Harlah Pancasila tiap tahunnya, masih saja orang yang mempertanyakan penetapan Harlah Pancasila pada 1 Juni 1945. Itulah mengapa Ir. Sukarno mengingatkan kepada kita untuk, “Jasmerah! Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Sejarah membuat orang bisa belajar dari masa lalu, dan menentukan langkah yang lebih bijak untuk menghadapi masa depan.

Baca Juga : Pancasila Dalam Tindakan: Wujudkan Kemandirian di Tengah Covid-19

Jika masih ada perdebatan terkait peringatan Harlah Pancasila yang ditetapkan jatuh pada 1 Juni, izinkan saya menjelaskan secara singkat mengenai proses lahirnya Pancasila sampai ditetapkan rumusan finalnya. Pancasila bukan ujuk-ujuk hadir dan dicetuskan secara sepontan dalam Pidato Ir. Sukarno pada Sidang BPUPK 1 Juni 1945.

Pancasila merupan jati diri Bangsa Indonesia, dan telah dipraktikan oleh penduduk yang mendiami Bumi Nusantara sejak berabad-abad lalu. Ir. Sukarno memposisikan diri sebagai penggali Pancasila dari dalam Bumi Nusantara, itu telah diungkapkannya pada Pidato Pancasila 1 Juni 1945.

Baca Juga : Pancasila VS Pragmatisme Politik Bernegara


Sukarno melakukan permenungan sejak usianya masih belasan, tepatnya ketika dirinya tinggal di kediaman H.O.S Tjokroaminoto (Jl. Peneleh Gg. 7, Surabaya). Permenungan Sukarno berlanjut ketika dirinya menempuh pendidikan di TIS Bandung, juga pada saat dirinya ditangkap Pemerintah Hindia-Belanda, dan diasingkan ke sejumlah wilayah di Tanah Air. Proses pematangan Pancasila terjadi ketika Sukarno bersama keluarganya diasingkan ke Ende, NTT.

Hasil permenungan Sukarno itu kemudian dilahirkan pada 1 Juni 1945 di depan Sidang BPUPK, dan rumusan dari permenungan itu kemudian diperkenalkan dengan nama ‘Pancasila’. Menjawab pertanyaan dari Ketua BPUPK K.R.T Radjiman Wedyodiningrat, Pancasila diperkenalkan sebagai dasar negara dan dasar filsafat Bangsa Indonesia. Itulah moment besar bagi perjalanan sejarah Bangsa Indonesia, kelahiran Pancasila.

Baca Juga : Panca Sila: Sudah Skripsi, Belum Ujian Praktikum

Pancasila kemudian mengalami proses dialektika, dan menghasilkan Piagam Jakarta 22 Juni 1945. Selanjutnya rumusan final dari Pancasila ditetapkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945. Rumusan itu dicantumkan dalam UUD 1945, yang dikenal sebagai konstitusi Negara Republik Indonesia.

Perjalanan proses lahirnya Pancasila, secara mudah bisa dianalogikan sebagai kelahiran seorang bayi. Lahir pada 1 Juni 1945, dan mengalami proses pengurusan kelengkapan surat kelahiran pada 22 Juni 1945. Pada akhirnya ‘dibuatkan’ akte kelahiran pada 18 Agustus 1945. Itulah proses kelahiran dari Pancasila jika menggunakan analogi kelahiran seorang bayi.

Baca Juga : Jangan Hilangkan Kilau Pancasila Dalam Jiwamu

Original intent dari nilai-nilai Pancasila yang digali dari Bumi Nusantara juga cita-cita Besar Indonesia Merdeka tercantum di dalam Pidato Pancasila 1 Juni 1945. Jadi, jika kita kembali melihat pada perjalanan sejarah, sudah sangat tepat Presiden Jokowi menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Harlah Pancasila. Selamat memperingati Harlah Pancasila 2020! Pancasila Dalam Tindakan! Melalui gotong royong mewujudkan Indonesia Maju!!!!!

Penulis : Amos El Tauruy, ASN Muda

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top