Paus Fransiskus Minta 36 Uskup Indonesia Terapkan Deklarasi Persaudaraan Abu Dhabi - strategi.id
Internasional

Paus Fransiskus Minta 36 Uskup Indonesia Terapkan Deklarasi Persaudaraan Abu Dhabi

Strategi.id – Tiga puluh enam uskup di wilayah Gereja Katholik se-Indonesia hari Selasa lalu (11/6/19) bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan. Dalam pertemuan itu Paus meminta para uskup ikut membantu menerapkan deklarasi persaudaraan yang ditandatanganinya di Abu Dhabi, Februari lalu.WASHINGTON DC (VOA) — 

Selama lebih dari dua jam 36 uskup yang berkarya di wilayah Gereja Katholik se-Indonesia berdialog langsung dengan Paus Fransiskus di Vatikan. Berbagai hal dibahas dalam pertemuan yang dikenal sebagai “Ad Limina Apostolorum” dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga dalam struktur Takhta Suci Vatikan itu, termasuk soal memperkuat hubungan dengan pemimpin dan umat beragama lain.

Baca juga : Paus Frasiskus: Kaum Muda Harus Ciptakan Ekonomi Masa Depan

Diwawancarai VOA melalui telepon hari Jumat pagi (14/6/19), Ketua Umum Konferensi Waligereja Indonesia KWI yang juga Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharya Pr. mengatakan pertemuan dan diskusi berlangsung sangat intensif.

“Salah satu yang beliau (Paus.red) tekankan adalah dokumen Abu Dhabi yang ditandatanganinya awal Februari lalu bersama Imam Besar Al Azhar. Dokumen itu mendapat tanggapan sangat baik juga dari para pemimpin umat Muslim… Kami diminta Paus menggunakan naskah itu untuk menyampaikan pada umat di tataran akar rumput agar dapat diterapkan,” ungkapnya.

Baca juga : Uskup Pangkalpinang Mgr Sunarko Menegaskan Agama Mesti Inklusif

Dengan bergandengan tangan Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Syeikh Ahmed Al Tayeb menandatangani deklarasi bersejarah yang mengatasnamakan seluruh korban perang, persekusi dan ketidakadilan di dunia itu pada awal Februari lalu di Abu Dhabi.

Deklarasi persaudaraan itu menegaskan komitmen Al Azhar dan Vatikan untuk bekerjasama memerangi ekstremisme. “Kami dengan tegas menyatakan agama tidak boleh digunakan untuk menghasut terjadinya perang, kebencian, permusuhan dan ekstremisme, juga untuk memicu aksi kekerasan atau pertumpahan darah.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top