Pemprov Jateng buat Program Sehari dalam Seminggu Tanpa Nasi – strategi.id
Nusantara

Pemprov Jateng buat Program Sehari dalam Seminggu Tanpa Nasi

Strategi.id - Pemprov Jateng buat Program Sehari dalam Seminggu Tanpa Nasi
Pemprov Jateng buat Program Sehari dalam Seminggu Tanpa Nasi / (Foto: dok. kominfo Jateng)

Strategi.id – Provinsi Jawa Tengah tersohor sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Tidak hanya produksi padinya yang melimpah, provinsi ini juga kaya akan sumber daya pangan lokal. Khususnya tanaman lokal nonpadi, seperti umbi-umbian, ada ubi jalar, ubi kayu, suweg, ganyong, gembili dan lainnya.

Dikutip dari detik “Berdasarkan hasil inventarisasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014, ada 13 jenis sumber daya genetik spesifik tanaman pangan nonpadi di Jawa Tengah,” terang Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen dalam keterangan tertulis.

Saat menghadiri Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 di Grand Artos Hotel, Gus Yasin sapaan akrabnya, menginginkan sumber daya pangan lokal Jawa Tengah yang melimpah dapat memenuhi asupan nutrisi masyarakat.

Alih-alih mengonsumsi produk olahan terigu yang merupakan komoditas impor, Gus Yasin justru mendorong gerakan konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).

“Harapannya, makanan berbahan baku pangan lokal tersebut selain nikmat dalam rasa, juga membantu ketercukupan gizi seimbang. Maka mari kita galakkan kembali satu hari dalam seminggu tanpa nasi di rumah tangga kita masing-masing, dan pangan B2SA kita terapkan dalam snack serta makanan di seluruh instansi yang ada,” imbaunya.

Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu membeberkan, dari aspek konsumsi pangan, capaian Provinsi Jawa Tengah sebesar 1.923,8 kkal/kapita/hari dengan skor PPH 87,16. Dari konsumsi tersebut, konsumsi kelompok padi-padian sebesar 1.062,7 kkal/kapita/hari, sedangkan konsumsi kelompok umbi-umbian 67,5 dari standar 129 kkal/kapita/hari, sehingga masih perlu ditingkatkan.

“Selain konsumsi umbi-umbian, perlu juga ditingkatkan untuk konsumsi pangan hewani yang tercapai 183,8 dari standar 258 kkal/kapita/hari, dan sayur buah yang tercapai 110,5 dari standar 129 kkal/kapita/hari,” beber wagub.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu ingin, rakor tersebut dapat membumikan konsumsi pangan lokal B2SA, khususnya bagi balita. Pasalnya, kasus balita bertubuh pendek atau stunting salah satunya disebabkan kurang asupan pangan bergizi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top