Pendidikan Vokasi Itu Penting, Tapi Indonesia juga Butuh Pemikir - strategi.id
Dialektika

Pendidikan Vokasi Itu Penting, Tapi Indonesia juga Butuh Pemikir

Strategi.id - Pendidikan Vokasi Itu Penting, Tapi Indonesia juga Butuh Pemikir

Strategi.id – Globalisasi merupakan keniscayaan. Globalisasi mendorong terciptanya persaingan lintas negara/global, baik persaingan antar negara maupun persaingan individu dalam pasar kerja.

Persaingan tersebut mendorong negara-negara dan individu di dunia berupaya untuk menjadi yang terbaik di antara yang terbaik. Sistem untuk menjadi yang terbaikpun diciptakan, termasuk di antaranya sistem pendidikan.

baca juga : Pendidikan Vokasi Itu Penting, Tapi Indonesia juga Butuh Pemikir

Negara-negara di dunia mencoba menciptakan dan merumuskan sistem pendidikan terbaik untuk mempersiapkan sumber daya manusia (sdm)-nya bersaing di pasar global.

Sejumlah negara di daratan Eropa dan Amerika Utara menjadi kiblat bagi perumusan sistem pendidikan terbaik dunia. Negara-negara Skandinavia seperti Finlandia dan Swedia, menduduki pringkat teratas dunia sebagai negara yang dirujuk untuk merumuskan sistem pendidikan kelas dunia.

baca juga : Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020

Indonesia juga merupakan salah satu negara yang menjadikan negara-negara Skandinavia sebagai salah satu rujukan dalam merumuskan sistem pendidikan dalam negeri. Sistem pendidikan dalam negeri Indonesia dibuat sedemikian rupa demi menciptakan sdm unggul dan siap bersaing dalam pasar global.

Namun ada yang berpendapat sistem pendidikan Indonesia sudah kuno atau tertinggal jauh dibandingkan negara-negara di bumi bagian barat.

Di era-globalisasi skil untuk melakukan pekerjaan teknis dianggap penting oleh sejumlah kalangan. Bahkan sistem pendidikan yang dibangun dewasa ini, lebih ditekankan kepada kemampuan teknis individu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Intelektualitas pemikiran seolah kurang mendapatkan tempat dalam sistem pendidikan dewasa ini.

baca juga : Selamat Jalan Bapak Integritas

Meskipun kreativitas untuk menciptakan sesuatu atau menghasilkan suatu karya didorong oleh sistem pendidikan saat ini. Namun sistem pendidikan yang mendorong individu untuk memikiran wacana dan gagasan intelektualitas guna merumuskan pembangunan Bangsa dan Negara Indonesia, seperti belum mendapatkan tempat dalam sistem pendidikan tanah air.

Mendorong individu atau sdm mampu dalam bidang teknis sangatlah penting, dalam mempersiapkan sdm untuk bersaing dalam pasar global. Namun jangan lupa juga mencetak pemikir besar tanah air yang ke depan mampu merumuskan kebijakan dan tahapan untuk menuju Indonesia Raya.

Mengisi ruang teknis dan ahli memang penting, namun menciptakan pemikir yang mampu melahirkan wacana dan gagasan besar juga tak kalah penting. Bukankah Indonesia merdeka diawali oleh pemikir-pemikir lokal berkelas global atau mancanegara? Penting juga mempersiapkan sdm unggul dalam pemikiran intelektualitas.

Oleh karena itu, mulai sejak dini atau tahapan pendidikan awal (mungkin sejak sekolah menengah), sebaiknya sudah dipersiapkan sistem pendidikan yang mulai menjurus kepada kekhususan masing-masing. Sistem yang harus dibangun pendidikan vokasi sejak sekolah menengah sampai ke jenjang doctoral, untuk mereka yang tertarik pada ilmu terapan dan bersifat teknis.

Sebagai contoh, ketika seseorang memutuskan hendak mengambil jurusan keperawatan, dia sudah mengambil jurusan tersebut sejak sekolah menengah sampai pada jenjang pendidikan lebih tinggi. Jenjang pendidikan yang lebih tinggi, diambil bukan sekadar untuk mengejar gelar. Lebih dari itu, ada ilmu terapan yang bisa dipelajari secara spesifik dari tiap jenjangnya.

baca juga : Rencana Kunjungan Paus ke Indonesia; Momentum Tunjukkan Pancasila Satukan Perbedaan

Hal yang sama juga diterapkan pada sistem pendidikan yang mengisi ruang intelektualitas pemikiran. Sudah mulai difokuskan pada bidang tertentu, seperti politik, hokum, humaniora dan lain sebagainya. Jika ini dilakukan, Indonesia niscaya akan memiliki pemikir-pemikir besar di masa mendatang. Buah pikiran dari mereka bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa yang semakin kompleks dan mungkin bertambah kompleks.

Sementara sistem pendidikan vokasi, bisa diintegrasikan dengan kebutuhan industri dalam negeri. Dibtuhkan sdm unggul untuk membangun industri dalam negeri Indonesia. Pengintegrasian pendidikan vokasi ke industri membuka peluang terjadinya transferring of technology, yang bertujuan membangun industri nasional.

Sistem pendidikan di Indonesia perlu disesuaikan dengan masing-masing bidang dan kebutuhan bangsa dan negara, bukan sekadar mengikuti pola yang dilakukan oleh negara lain. Hal itu dikarenakan tiap negara memiliki karakteristik dan kebutuhan masing-masing dalam membangun sdm dan negaranya untuk siap dalam persaingan global.

Penulis: Amos El Tauruy ( Pemerhati Pendidikan).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top