Pengembangan, Polda Metro Jaya Temukan Pabrik Liquid Narkoba – strategi.id
Nusantara

Pengembangan, Polda Metro Jaya Temukan Pabrik Liquid Narkoba

strategi.id  – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali melakukan pengungkapan hasil pengembangan Liquid Narkotika Vape.

Diamankan 11 tersangka dengan 7 Tkp berbeda, Sebuah rumah di Jalan Janur Elok VII, Kelapa Gading, Jakarta Utara diketahui menjadi tempat pembuatan liquid vape narkotika.
setiap produksinya dibutuhkan 100 butir ekstasi untuk proses pembuatan.

Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan industri tersebut sudah berlangsung sejak liquid ganja berkembang. Ketika para pelaku sudah melakukan produksi hingga penyebaran.

“Untuk liquid MDMA, ini jenis baru yang diproduksi sejak delapan bulan lalu. Bahan baku setidaknya 100 butir ekstasi dibutuhkan untuk membuat liquid ini”.

Selain harus menyiapkan 100 butir ekstasi, para pelaku juga memesan liquid dan rokok elektrik secara online dengan sifat fleksibel. Rokok elektrik ini mereka beli secara online melalui situs jual beli seharga Rp 90 ribu.

“Setelah itu mereka racik dan masukan narkoba liquid sebanyak 2 mililiter”.

Tim Polda Metro Jaya masih memburu penyuplai ekstasi terhadap industri ini, Karena 100 butir ekstasi disuplai terus menerus hingga mampu membuat industri ini bertahan.

Tim khusus Polda Metro Jaya selanjutnya dibentuk untuk membongkar kembali jaringan ini dan memburu empat pelaku lainnya, yakni LT, TY, VIN, dan HAM. Empat pelaku itu nantinya akan mengungkapkan titik terang kasus ini.

sebelumnya, Tiga mahasiswa ditangkap Subdit Resnarkoba Polda Metro Jaya, karena terlibat jaringan peredaran narkotika golongan 1 jenis baru, yakni cairan liquid ‘illusion’ untuk vape yang mengandung MDMA (metilendioksimetamfetamina).

Pelaku menggunakan sistem Multi Level Marketing (MLM) yakni calon pembeli harus mengenal salah satu anggota grup yang sudah menjadi konsumen tetap. Kemudian, anggota tersebut akan memberitahu kepada pemilik akun tersangka TM bahwa akan ada pembeli baru.

“Pemesan baru juga minimal harus pesan lima liquid. Sistem itu agar tidak ada jebakan,” beber AKBP Calvijn.

Dalam satu kemasan liquid berisi 5 ml dibandrol Rp 350 ribu, akun mereka pun telah diikuti oleh puluhan ribu follower yang mayoritas berusia produktif. “Kebanyakan pembeli atau korbannya adalah pelajar dan mahasiswa,” ungkap AKBP Calvijn.

TM telah menjalankan bisnis haramnya selama enam bulan dan memberikan gaji kepada ER serta AG masing-masing Rp 5 juta per bulan. ER telah bergabung selama 3 bulan sedangkan AG 4 bulan. Ketiga tersangka dikatakan AKBP Calvijn, masih berstatus sebagai mahasiswa.

“Pemesanan dilakukan TM tidak tentu, kadang dua minggu sekali. Setiap pemesanan sampai 100 liquid. Sistemnya sama, TM pesan melalui akun medsos dan dikirim melalui ojek online, di atasnya ini yang sedang kami dalami,” kata AKBP Calvijn.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top