Pengembangan Potensi Pariwisata Indonesia Berdasarkan Pancasila - strategi.id
Dialektika

Pengembangan Potensi Pariwisata Indonesia Berdasarkan Pancasila

Strategi.id - Pengembangan Potensi Pariwisata Indonesia Berdasarkan Pancasila

Strategi.id – Indonesia merupakan surga bagi pelancong internasional. Mereka yang hendak menikmati keindahan alam (gunung maupun pantai) juga pemburu matahari yang bisa dinikmati lebih dari 8 jam, ramai-ramai liburan ke Indonesia. Setahun terakhir volume kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia memang mengalami penurunan, itu karena pandemi COVID-19 tengah melanda dunia. Namun pariwisata tanah air masih menyimpan segudang potensi yang perlu dan harus dikembangkan.

Pengembangan potensi pariwisata sebaiknya didasari dengan nilai-nilai Pancasila yang merupakan dasar dan ideologi negara juga pandangan hidup bangsa. Pengembangan sektor pariwisata berdasarkan Panasila akan berdampak baik terhadap keberlanjutan pariwisata Indonesia. Dalam mengembangkan sektor pariwisata dalam kelima sila, serta nilai yang terkandung dalam Pancasila bisa dijadikan sebagai pedoman dan dasar.

Jika kita hendak membangun dan menjaga agar sektor pariwisata bisa bertahan lama, marilah kita belajar untuk menjaga bumi Nusantara dengan memposisikan diri sebagai bagian kesatuan di dalam bumi itu. Ini merupakan nilai yang terkandung dalam sila ke-3 Pancasila, persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia jangan dipandang sempit sekadar berbicara persatuan antara wilayah yang terbentang dari Merauke sampai ke Sabang, dari Miangas Sampai Pulau Rote. Lebih dari itu, persatuan Indonesia yang tersurat dalam sila ke-3 memiliki makna persatuan antara manusia dengan tanah dan air tempat dia lahir dan dibesarkan.

Meminjam istilah Direktur Pengkajian Materi BPIP, Dr. M, Sabri, MA., manusia dengan tanah dan airnya dipersaudarakan oleh suatu ikatan. Persatuan dengan tanah, itu mewakili kultur agraris, dan dengan air mewakili kultur pesisir. Dua kultur besar inilah yang mendiami belasan ribu pulau di Nusantara. Jika sudah dipersaudarakan antara manusia dengan tanah dan airnya, keduanya sudah pasti harus saling menjaga satu sama lain.

Menjaga tanah air sama halnya dengan menjaga lingkungan, lingkungan alam yang terjaga dengan baik akan memberikan sajian pemandangan yang asri dan bersih untuk dinikmati. Para penikmat alam yang asri dan bersih pasti akan berlomba-lomba untuk datang untuk menghabiskan waktu berlibur atau sekadar menghilangkan rasa penat dari rutinitas keseharian. Ditambah lagi mentari yang sepanjang tahun bisa dinikmati lebih dari 8 jam di Indonesia, menjadi daya Tarik tersendiri bagi para pemburu kulit eksotis dari daerah-daerah yang bisa dibilang jarang disinari sang surya.

Keasrian dan kebersihan alam kita harus dijaga kelestariannya, sebagai perwujudan kita menjaga bumi yang telah dipersatukan dengan diri kita. Menjaga keasrian dan kebersihan lingkungan juga merupakan perwujudan dari sila ke-2 pada Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab. Manusia yang beradab, pastilah tidak akan bertindak bar-bar dan sembarangan dalam memanfaatkan alamnya. Alam dimanfaatkan dengan baik, sekaligus dijaga kerelangsungan hidupnya. Tidak sembarangan menebang pohon di hutan atau mengeruk pasir di pinggir sungai secara bar-bar dan tamak, tanpa memikirkan dari keberlangsungan hidup dari mahluk lain yang mendiami pohon dan tinggal di dalam pasir itu. Pastilah akan dipikirkan bagaimana pemanfaatan hasil alam yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, juga yang merupakan saudara dari si manusia bisa dilakukan dengan berkesinambungan (sustainable).

Pemanfaatan potensi alam yang ada di Indonesia ini bisa berdampak baik bagi pengembangan potensi pariwisata lokal. Pariwisata yang dikelola dengan memperhatikan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang kemudian dirumuskan dalam Pancasila, akan memberikan dampak yang baik bagi kesejahteraan masyarakat di lokasi yang memiliki potensi pariwisata itu. Kesejahteraan masyarakat datang melalui perputaran roda perekonomian di satu wilayah yang dijadikan tempat wisata.

Kunjungan pelancong lokal maupun internasional pasti memerlukan akomodasi seperti penginapan, transportasi serta pemandu wisata. Saat mereka hendak kembali ke daerah atau negara asal, pasti mereka hendak membawa oleh-oleh dari tempat yang dikunjungi. Hal itu harus bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan dan peningkatan ekonomi rakyat di wilayah yang dikembangkan potensi pariwisatanya. Dengan demikian terciptalah pengembangan pariwisata berdasarkan Pancasila, yang menciptakan kesejahetraan ekonomi bagi masyarakat.

Penulis Oleh: Amos Sury’el Tauruy (Pengamat Ekopolim).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top