Pengguna “Rooftop PV” akhirnya bisa jual listrik ke PLN – strategi.id
Infrastruktur

Pengguna “Rooftop PV” akhirnya bisa jual listrik ke PLN

PLN Telah Menyalakan 19 GITET di Wilayah Jawa Barat, DKI dan Banten
Pengguna "Rooftop PV" akhirnya bisa jual listrik ke PLN

Strategi.id – Listrik tenaga surya atap merupakan salah satu potensi besar guna mendukung target bauran 23% energi terbarukan pada 2025. Sayangnya, walaupun Peraturan Presiden Nomor 22/2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) sudah mewajibkan bangunan, baik komersial maupun milik pemerintah memasang rooftop PV, hingga kini belum ada aturan memadai mendorong pengembangan ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, peraturan mengenai penggunaan rooftop panel surya untuk konsumen PT PLN (Persero) jenis tertentu akan segera diterbitkan.

Dalam peraturan tersebut Pemerintah memperbolehkan semua pelanggan PLN, di luar konsumen industri melakukan pemasangan rooftop PV dan menjual listriknya ke PLN.

Konsumen PLN pada golongan tersebut diperkirakan mencapai 2/3 dari jumlah konsumen PLN. “Arahan bapak presiden, beliau minta coba membuat peraturan rooftop PV, dan 1-2 minggu ini peraturannya keluar, kami akan sosialisasi besar-besaran,” ujar Jonan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/8/2018).

Jonan menambahkan, konsumen pemilik rooftop PV, mereka dapat menjual listrik yang dihasilkannya ke PLN, dengan tata kelola harga yang diatur dalam peraturan penggunaan rooftop panel surya.

“Itu boleh pasang rooftop PV sendiri, nanti dia jual listriknya ke PLN, jual beli. Siang tidak pakai lampu dan AC, karena orangnya pergi, listriknya dijual ke PLN, malam dia beli lagi ke PLN,” ucap Jonan.

Menurut Jonan, penghematan yang bisa dilakukan dengan adanya rooftop panel surya cukup signifikan.

Ia mencontohkan rooftop PV atau disebut juga sistem panel surya yang sudah dipasang di rumah pribadinya sebesar 15,4 kWp dengan harga Rp200 juta kini, setiap bulan hanya membayar tagihan sebesar sekitar Rp 1 juta, dari sebelumnya Rp 4,5 juta.

“Paling kurang hemat 2-3 juta per bulan, setahun mungkin bisa 30-40 juta. Dalam 5 tahun, kembali dong uangnya,” ucap dia. 

Penerbitan peraturan penggunaan rooftop panel surya ini bertujuan untuk memenuhi komitmen bauran energi baru terbarukan (EBT), masyarakat juga bisa berinvestasi dengan memasang rooftop panel surya, sehingga bisa terjadi jual beli listrik. Selain itu, masyarakat bisa melakukan penghematan listrik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top