Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020 - strategi.id
Nusantara

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020

Strategi.id- Pers di Bekasi Harus Mampu Menjaga Ritme Kelanjutan Pembangunan Bekasi – Peringatan hari pers nasional (HPN) Tahun 2020 memiliki makna yang beragam bagi kalangan pegiat media di seluruh di Indonesia. Di sisi lain, ketersinggungan pers dan para stakeholder juga memberikan cara pandang dan harapan tersendiri.

Bagi pegiat honorer di Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam Komite Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Eka Center), momentum HPN ke-2020 harus menjadi titik balik bagi para pelaku jurnalistik untuk menjaga ritme pembangunan Bekasi menjadi lebih maju dan sejahtera.

baca juga : Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2020

“Bagaimana maksudnya? Kalau bupatinya kerja dengan benar dan terbukti bisa memberikan harapan, tentu tak salah dipuji. Jangan kritik aja, tapi nggak konstruktif. Nggak mau mengapresiasi. Tapi kalau koruptif, manipulatif, dan tidak komit dengan janji pembangunan, pelaku pers harus kritis, jangan diam dengan kemungkaran. Kritisi pemerintah sampe dia mendengar aspirasi publik,” ujar Ketua Eka Center, RR Ema Khlistiani Hati, Minggu (9/2/20).

Dikatakannya lagi, Kabupaten Bekasi baru saja melewati masa transisi pemerintahan yang cukup kompleks. Banyak sekali energi dan waktu yang terbuang sehingga target-target pembangunan tidak berjalan optimal. Di sektor pendidikan misalnya, pengelolaan guru honorer tidak berjalan dengan baik faktor tiadanya Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai karyawan pemerintahan Bekasi non-aparatur sipili negara.

baca juga : Pendidikan Vokasi Itu Penting, Tapi Indonesia juga Butuh Pemikir

Di sisi lainnya, banyak sekali sarana dan pra sarana pendidikan yang mengalami rusak berat dan rusak ringan. Selama kepemimpinan Bupati yang baru, Eka Supria Atmaja, Ema melihat ada upaya konkrit untuk mendukung perbaikan dua hal tersebut.

Di sektor yang lebih luas, Kabupaten Bekasi masih mengalami persoalan keterbatasan lapangan pekerjaan. Padahal Kabupaten Bekasi menyumbang aktifitas industri skala besar yang harusnya mampu menyerap kebutuhan pekerjaan warga. Nyatanya dalam 10 tahun terakhir, pemerintah tak mampu mendorong peningkatan partisipasi warga di sektor profesional secara masif.

“Disinilah peran pers dibutuhkan, karena tidak semua komponen masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung kepada pelaksana pemerintah. Pers harus mampu menjaga dan mendorong peningkatan ritme pembangunan di semua sektor agar tercipta nuansa masyarakat yang aman, damai, tentram, berintelektual tinggi, dan sejahtera,” tuturnya yang saat ini masih mengajar di SMPN 1 Sukawangi, Bekasi.

Di sisi lain Ema juga berpesan, Pemerintahan Eka Supria Atmaja juga wajib mendorong terciptanya dunia pers yang konstruktif dan terbuka. Pers tidak boleh hanya dipakai sepihak untuk meneruskan informasi positif dari pemerintah kepada masyarakat. Lebih daripada itu, Pemerintahan Eka memiliki beban moral untuk menerima kritik sosial para pelaku pers secara terbuka. Dengan demikian, pelaku-pelaku pers yang kritis dapat berkembang menjadi corong warga yang konstruktif.

baca juga : Rencana Kunjungan Paus ke Indonesia; Momentum Tunjukkan Pancasila Satukan Perbedaan

“Saya yakin Pak Bupati paham, semoga kabinet pemerintahannya juga paham. Mereka harus mampu mengelola pelaku pers dengan benar. Kalau ada pelaku pers yang nggak benar, jangan dipidanakan. Lapor ke PWI atau AJI agar bisa dibina. Biar majulah dunia pers kita,” tukas Ema.
Diapun berharap, pelaku pers di Kabupaten Bekasi dapat terus berbenah untuk melakukan transformasi diri. Pegiat pers di Kabupaten Bekasi harus menjadi elemen yang profesional dengan keilmuan jurnalistiknya, namun juga tetap perlu beradab sehingga bisa mewarnai ritme pembangunan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top