Perluas Tempat, Panitia Pindahkan Lokasi Rembuk Nasional Aktivis 98 – strategi.id
Nusantara

Perluas Tempat, Panitia Pindahkan Lokasi Rembuk Nasional Aktivis 98

Konfrensi Pers Rembuk Nasional Aktivis 98 di Kemayoran

Strategi.id-Panitia Rembuk Nasional Aktivis 98 memutuskan perpindahan tempat berlangsungnya Rembuk Nasional 50.000 Aktivis 98. Butuhnya perluas tempat maka panitia pindahkan lokasi Rembuk Nasional Aktivis 98 yang sebelumnya, panitia merencanakan silang Monumen Nasional (Monas) sebagai vanue acara. Namun, lantaran tempat tersebut akan digunakan sebagai lokasi peringatan HUT DKI Jakarta, maka panitia memutuskan memindahkannya ke JIexpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Tidak ada perubahan lain selain lokasi penyelanggaraan.“Hanya perpindahan tempat saja. Masalah hari dan tanggal tidak ada perubahan,” kata Ketua Panitia Rembuk Nasional Aktivis 98, Sayed Junaidi Rizaldi, di JIexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/7).

Aktivis 98 yang akrab disapa Pak Cik itu mengatakan, perpindahan tempat Rembuk Nasional tersebut tidak menyurutkan niat kawan-kawan aktivis 98 dari berbagai daerah untuk datang ke Jakarta. Diperkirakan, lebih dari 50 ribu massa akan hadir dari berbagai daerah.

Perpindahan juga agar massa yang datang dapat ditampung dalam area yang lebih luas dibanding di Monas.

“Panitia sudah mencari berbagai tempat pengganti selain Monas. Akhirnya, kami putuskan di JIexpo mengingat massa yang akan datang lebih dari 50 ribu,” ungkapnya.

Dalam acara Rembuk Nasional Aktivis 98 itu masih menurut Pak Cik, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan hadir bersama rombongan. Acara tersebut memang didesain untuk menyatukan semua elemen masyarakat bersatu memerangi bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Kami mengundang ormas lintas agama, LSM, para pejabat lembaga negara, ketua umum partai, baik yang pro pemerintah maupun yang oposisi,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Sejumlah tokoh yang akan diundang antara lain, Presiden Joko Widodo beserta jajaran kabinetnya, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Ketua Agus Rahardjo.

“Kami juga mengundang para mantan presiden seperti BJ Habibie, Megawati, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Serta gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno,” ujar dia.

Selain itu, lanjut Sayed, pihaknya pun mengundang ketua umum Nahdlatul Ulama, ketua umum Muhammadiyah, ketua umum MUI, PGI, Walubi, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, Front Pembela Islam (FPI), dan sebagainya,” jelas mantan aktivis FKSMJ, ini.

Sayed menambahkan, pihaknya juga mengundang semua ketua umum partai politik, sebut saja Oesman Sapta Odang (Hanura), Airlangga Hartarto (Golkar), Yusril Ihza Mahendra (PBB), Muhaimin Iskandar (PKB), dan Muhammad Romahurmuziy (PPP).

Kemudian, Sohibul Iman (PKS), AM Hendropriyono (PKPI), Hary Tanoesoedibjo (Perindo), dan Grace Natalie (PSI).

“Tidak lupa kami juga mengundang Prabowo Subianto selaku ketua umum Gerindra. Kami ingin semua komponen masyarakat menolak segala bentuk radikalisme, intoleransi, dan terorisme,” tegas dia.

“Semuanya akan kita undang, sesuai tema kita yakni Bhineka Tunggal Ika. Meskpiun kita berbeda namun kita tetap satu untuk Indonesia,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top