Perubahan Tarif Tol JORR yang belum diimbangi dengan Pelayan Tol yang Memadahi – strategi.id
Nusantara

Perubahan Tarif Tol JORR yang belum diimbangi dengan Pelayan Tol yang Memadahi

tarif tol

Strategi.id – Jakarta – Perubahan Tarif Tol JORR yang belum diimbangi dengan Pelayan Tol yang Memadahi adalah pertanyaan yang timbul di benak banyak masyarakat ketika Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberlakukan perubahan tarif Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) mulai Rabu (20/6/2018) pukul 00.00 WIB.

Setelah perubahan itu, nantinya kendaraan golongan 1 berupa sedan, jip, pikap/truk kecil, dan bus dikenai tarif Rp 15.000,* sedangkan golongan 2 dan 3 tarifnya Rp 22.500, serta golongan 4 dan 5 tarifnya Rp 30.000.

Tarif sebelumnya untuk golongan I sebesar Rp 9.500, golongan II Rp 11.500, golongan III Rp 15.500, golongan IV, Rp 19.000, dan golongan V Rp 23.000.

Tarif baru ini berlaku di seluruh ruas-ruas Tol JORR. Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna, mengakui bahwa pendapatan BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) bakal menurun akibat kebijakan ini. Namun, ada keuntungan lain yang juga bakal diperoleh. Salah satunya efisiensi waktu

Hilangkan waktu tunggu yang seharusnya tidak perlu. Kenapa kita taruh barrier gate, untuk atur transaksi. Barrier gate untuk membatasi ini (ruas tol) punya HK (Hutama Karya) ini punya Jasa Marga,” ungkapnya beberapa waktu yang lalu di Dafam Hotel Teraskita, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Lebih jauh, kata dia, kebijakan anyar integrasi tarif tol ini juga dengan menghapus Gerbang Tol (GT) Meruya dan GT Rorotan. Penghapusan dua GT ini bakal membantu efisiensi operasional BUJT.

“(Gerbang Tol) Meruya, dan Rorotan juga hilang. Untuk badan usaha operasional menjadi lebih sederhana tidak perlu taruh gerbang dan lain,” jelasnya.

Lalu yang menjadi pertanyaan masyarakat banyak apakah Perubahan Tarif Tol JORR yang belum diimbangi dengan Pelayan Tol yang Memadahi sudah layak untuk diterapkan

Inawan Mukse, salah seorang pengguna jalan tol JORR asal Cakung, Jakarta timur, mengatakan “macet di JORR sekarang semakin menggila. Melihat hal ini, dia kadang merasa dianaktirikan walaupun rumahnya dekat jalan tol tapi membayangkan kemacetannya saja sudah menakutkan”.

Seperti diketahui beberapa titik macet seperti persimpangan kampung rambutan baik dari arah lebak bulus maupun arah jati asih yang menyebabkan kemacetan beberapa kilo meternya pada jam- jam sibuk pagi dan sore hari

Persimpangan arah cikampek merupakan titik mecet berikutnya yang dialami penguna jalan jorr hampir tiap hari. Efek kemacetan ini adalah kendaraan ke arah cakung dari arah kampung rambutan ikutan tersendat karena ruas tol arah cikampek tersendat. Begitu juga arah sebaliknya.

Sehingga di persimpangan cikampek arah cawang dari cakung sulit menemui gerbang tol ini karena kemacetan yang mengular panjangnya.

Pihak pengelola jalan seharusnya mencari solusi dari permasalahan yang kerap terjadi di ruas Jorr. Hal ini diperparah juga dengan banyaknya kendaraan berat (tronton) yang berjalan sangat lambat di jalan tol ataupun permasalahan yang lain di ruas Tol Jorr ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top