Pesan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian pada Ulang Tahun Bhayangkara – strategi.id
Nusantara

Pesan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian pada Ulang Tahun Bhayangkara

Kemeriahaan HUT Bhayangkara di Monas (foto : Angga/ m.liputan6.com /is)

Strategi.id- Pada ulang tahun Bhayangkara kali ini, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberi pesan ucapan khusus yang disebarkan dalam bentuk video.

Dalam pesan singkatnya Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian pada ulang tahun Bhayangkara yang ke-72 1 Juli 2018 mengintruksikan buat seluruh bayangkara dengan semangat profesionalisme dan modernisasi, Polri berkomitmen untuk meraih dan memperkuat kepercayaan publik. Demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Insonesia yang sejahtera ,mandiri dan berkeadilan.

Pada kesempatan itu juga Kapolri yang sudah memiliki gelar Prof Doktor ini “menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh ibu-ibu bhayangkari yang telah dengan setia penuh cinta dan pengorbanan”

Memberi dukungan dan semangat kepada para insan Bhayangkara untuk terus berkarya secara ikhlas dan totalitas meraih kepercayaan publik.

Ini adalah masa transformasi Kepolisian apabila melihat Sejarah Polri yang Lahir dan memiliki cikal bakal sejak Zaman Majapahit.

Lambang dan motto Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berbunyi Rastra Sewakottama yang merupakan dari bahasa Sansekerta yang berarti “Pelayan utama Bangsa”.

Dalam bahasa Sansekerta, Rastra berarti “bangsa” atau “rakyat”, dan sevakottama berarti “pelayan terbaik”.

Maka disimpulkan bahwa Rastra Sewakottama berarti “pelayan terbaik bangsa/rakyat”, dan dipahami sebagai “Polri sebagai pelayan dan abdi utama negara dan bangsa”.

Sebutan itu adalah Brata pertama dari Tri Brata yang diikrarkan sebagai pedoman hidup Polri sejak 1 Juli 1954.

Wikipedia menulis, pada zaman Kerajaan Majapahit patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara yang bertugas melindungi raja dan kerajaan.

Pada masa kolonial Belanda, pembentukan pasukan keamanan diawali oleh pembentukan pasukan-pasukan jaga yang diambil dari orang-orang pribumi untuk menjaga aset dan kekayaan orang-orang Eropa di Hindia Belanda pada waktu itu.

Pada tahun 1867 sejumlah warga Eropadi Semarang, merekrut 78 orang pribumi untuk menjaga keamanan mereka.

Wewenang operasional kepolisian ada pada residen yang dibantu asisten residen.

Rechts politie dipertanggungjawabkan pada procureur general (jaksa agung). Pada masa Hindia Belanda terdapat bermacam-macam bentuk kepolisian, seperti veld politie (polisi lapangan) , stads politie (polisi kota), cultur politie (polisi pertanian), bestuurs politie (polisi pamong praja), dan lain-lain.

Sejalan dengan administrasi negara waktu itu, pada kepolisian juga diterapkan pembedaan jabatan bagi bangsa Belanda dan pribumi.

Pada dasarnya pribumi tidak diperkenankan menjabat hoofd agent (bintara), inspecteur van politie, dan commisaris van politie.

Untuk pribumi selama menjadi agen polisi diciptakan jabatan seperti mantri polisi, asisten wedana, dan wedana polisi.

Kepolisian modern Hindia Belanda yang dibentuk antara tahun 1897-1920 adalah merupakan cikal bakal dari terbentuknya Kepolisian Negara Republik Indonesia saat ini.

Pada akhir tahun 1920-an atau permulaan tahun 1930 pendidikan dan jabatan hoofd agent, inspecteur, dan commisaris van politie dibuka untuk putra-putra pejabat Hindia Belandadari kalangan pribumi.

Diera setelah Indonesia Merdeka setelah diangkatnya Sultan Sjahrir sebagai Perdana Menteri, langsung saja Sutan Sjahrir meletakkan Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi jawatan tersendiri di bawah Perdana Menteri, sekaligus menetapkan 1 Juli sebagai Hari Bhayangkara, yang mana saat itu ke dalam tubuh kepolisian negara diinjeksikan seperangkat falsafah dan doktrin Tribrata yang harus dijunjung tinggi dan sijakankan segenap aparat kepolisian.

Saat itu bayi republik sedang tergopoh-gopoh merangkak. Jaman memanglah amat sulit. Namun polisi bekerja bagus dan tanpa pamrih, tidak berpolitik praktis seperti masa kini sebagaimana banyak diteropong oleh banyak pihak.

Selamat Hari Bhayangkara, 1 Juli 2018,

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top