Pesan Pakde Karwo Setelah Terima Gelar Doktor Honoris Causa di UINSA - strategi.id
Dialektika

Pesan Pakde Karwo Setelah Terima Gelar Doktor Honoris Causa di UINSA

Strategi.id – Penghargaan Doktor Honoris Causa (Doktor Penghormatan) di bidang Ilmu Pendidikan Islam yang di berikan oleh Dr. H. Soekarwo SH., M.Hum (Pakde Karwo) merupakan sumbangsih hasil pemikiran dan pengalaman pakde Karwo selama dia menjadi seorang santri sampai menjadi orang pimpinan tertinggi di Jawa Timur selama 2 periode (2008-2013 & 2013-2018).

Dari penghargaan yang diberikan oleh pakde Karwo oleh UIN Sunan Ampel Surabaya menjadi salah satu langkah solutif baik secara akademik maupun dalam kebijakan birokrasi. Dalam orasi ilmiah pakde Karwo “Kita ingin pendidikan diniyah salafi menjadi model pendidikan yang luar biasa menggunakan basis spiritual dan tinggal menambah sains dan teknologi,” imbuhnya.

Melihat secara letak geografis kultur di provinsi jawa timur menjadi titik sentral dengan banyaknya pondok pesantren sehingga pakde karwo berani membuat kebijakan antara elaborasi pendidikan islam pesantren juga harus mempunyai kelebihan dalam pendidikan vokasi dengan bertujuan untuk menghadapi globalisasi ekonomi pasar bebas sehingga lulusan pondok pesantren juga mampu menciptakan berbagai inovasi dalam pendidikan vokasi yang berakhlaqul karimah.

Rektor UINSA Surabaya Prof Masdar Hilmi menggarisbawahi, sedikitnya ada empat kata kunci dalam paparan ilmiah Pakde Karwo yang menyita perhatiannya.

Pertama, Descrese Policy. Keberanian dalam membuat kebijakan yang dianggap titik strategis.

Kedua, Inside goverment. Produk kebijakan adnaya lembaga swadaya masyarakat di dalam kelembagaan formal pemerintahan.

Ketiga, Spiritual Capital. Sebuah konsepi yang mengetengahkan spiritual menjadi pondasi dasar pembangunan masyarakat.

Keempat, Dual Track. Sebuah istilah yang dapat dibedakan secara subtansif dari double trek.

Sebelum mendapatkan Doktor Honoris Causa di UIN Sunan Ampel Surabaya atau disingkat (UINSA), pakde Karwo mendapatkan 2 gelar Doktor Honoris Causa dengan dua kampus yang berbeda.

Salah satunya pakde mendapatkan Doktor Honoris Causa di bidang ekonomi yang di berikan oleh Universitas Airlangga (Unair) dan juga mendapatkan Doktor Honoris Causa di bidang pendidikan vokasi yang di berikan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Oleh karena itu, Pakde Karwo disebut-sebut oleh mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya 1976 menjadi koordinator komisariat Unair.

Pakde karwo berpesan kepada adik GMNI UINSA untuk tetap bersemangat dalam menjalankan amanat revolusi bung karno dalam Marhaenisme dalam praktek di ruang lingkup UIN Sunan Ampel Surabaya. Karena secara filosofisnya GmnI UINSA seperti semangka, “luarnya hijau dalamnya merah.”

Menurut Aji Cahyono, salah satu mahasiswa UINSA prodi Pendidikan Agama Islam sekaligus anggota GmnI UIN Sunan Ampel Surabaya beranggapan “Dengan di didapatkannya Doktor Honoris Causa oleh pakde Karwo di bidang ilmu pendidikan islam merupakan hasil empirisme pakde Karwo selama kehidupannya baik berproses di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) hingga menjadi gubernur jatim 2 periode.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top