Peta Politik Sumbar di Mata Aznil – strategi.id
Corong

Peta Politik Sumbar di Mata Aznil

Strategi.id – Seseorang menjapri saya, “Bang, kedatangan Sandi ke Padang membuktikan bahwa Sumbar masih milik Prabowo”.
Saya hanya bisa balas dengan memberi simbol senyum.

Dari pantauan saya diberapa grup whatsapp “urang awak” dan berapa grup WA nasional anti Jokowi, kedatangan Sandiaga Uno ke Padang hampir sepi perbincangan. Biasanya jadi berita gorengan bahkan menjadi euforia kegembiraan para simpatisan Prabowo bahwa Sandiaga Uno disambut antusias warga Padang.

Entah karena kubu Prabowo sudah mulai waras  bahwa kedatangan Sandi ke Padang hanya memberi mimpi maka mereka tidak percaya diri untul memblow-upnya.

Kedatangan Sandi ke Padang lebih cenderung acara kampanye seremonial belaka. Setiap orang kampanye pasti akan melakukan hal yang sama dilakukan Sandiaga Uno.

Datang ke pasar duduk mendekati ibu-ibu dan pura-pura mendengar lalu prihatin terhadap kondisi masyarakat.

Cara seperti itu bukanlah suatu hal yang bisa merubah keadaan. Ternyata saya amati Sandiaga Uno datang ke pasar lebih cenderung bertujuan memprovokasi masyarakat  dan menyebarkan informasi hoax.

Jauh beda dengan apa yang dilakukan oleh Jokowi. Dia datang bukan lagi mendengar dan prihatin terhadap kondisi rakyatnya tetapi melakukan langkah konkrit.

Seperti penanganan kasus kebakaran Pasar Atas Bukittinggi. Meskipun kewenangan berada pada tangan Pemprov, namun Jokowi Gelontorkan Rp 355 M untuk Renovasi Pasar Atas Bukittinggi.Wakil Presiden Jusuf Kalla pun memberikan perhatian langsung saat melakukan peninjauan pada November 2017 yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Tindak cepat Jokowi ini lah membuat Wali Kota Bukittinggi M Ramlan Nurmatias menyatakan dirinya mendukung Jokowi 2 Periode.

Tidak itu saja, Jokowi menyerahkan 18 sertifikat tanah kepada pengurus masjid dan surau yang ada di Sumatera Barat. Membangun kereta api ke bandara internasional Minangkabau.  Ground breaking jalan tol Padang-Pekanbaru.

Beberapa proyek infrastruktur prioritas terus digenjot di Sumbar. Pertama, jalan Solok Selatan-Tanah Datar sepanjang 37 kilometer.

Kedua, pembangunan akses jalan ke kawasan wisata Mandeh.  Ketiga,_revitalisasi kampung adat Seribu Rumah Gadang di Solok Selatan.  Keempat, proyek jalan trans Mentawai.

Pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Kemaritiman menyetujui usulan percepatan pembangunan infrastruktur di Sumbar senilai Rp 3 triliun. Usulan tersebut sesuai dengan kebutuhan pembangunan.

Enam kali kedatangan Jokowi ke daerah sarang penyebar fitnah ini selalu membawa bukti konkrit bukan mimpi seperti dilakukan oleh Prabowo – Sandiaga Uno. Semua itu dilakukan Jokowi untuk menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumbar.

Dari sini rakyat tahu, mana pemberi mimpi dan mana pemberi bukti.

Salam waras

Penulis Aznil Tan Kordinator Poros Benhil

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top