Peter Kasenda Menjadi Diri Sendiri – strategi.id
Dialektika

Peter Kasenda Menjadi Diri Sendiri

Strategi.id - Peter Kasenda Menjadi Diri Sendiri (Sebuah Kehormatan Bagi yang Sungguh-Sungguh Beridiologi)

Strategi.id – Peter Kasenda Menjadi Diri Sendiri (Sebuah Kehormatan Bagi yang Sungguh-Sungguh Beridiologi)

Berita ironi kematian Peter Kasenda-seorang penulis dan sejarawan, sungguh menghentakkan khususnya bagi kalangan intelektual dan dunia penulisan sejarah. Terlebih bagi kawan-kawan sejawat yang sering bercengkerama dalam organisasi dan pergulatan idiologi.

Peter Kasendra yang dikenal gandrung membedah idiologi-ideologi dunia termasuk pikiran Soekarno, memang sangat kaya dengan buah pikir dan produk-produk keilmuan peradaban dunia dibidang politik, filsafat dan sejarah.

Ia juga dinilai konsisten menghabiskan waktu hidupnya untuk mengaji dan mengurai Panca Sila, sebuah dasar negara dan falsafah bangsa agar tidak sia-sia menjadi warisan yang tak ternilai.

Betapa kesepian dan Memilukan, Meskipun Tetap Menjadi Sosok Istimewa

Perjalanannya dari gang ke gang dalam kampung dan menyusuri langkah ke berbagai jalanan sudut kota, turun naik dari bis, kereta dan angkot seolah mewarnai kiprahnya menunaikan karya dan tanggungjawab keilmuan dan kehudupan sosialnya.

Begitulah hari demi hari seorang Peter Kasenda, demi tugas mengajarnya di perguruan tinggi, atau menuntaskan karya ilmiahnya dalam sebuah buku ataupun juga menghadiri undangan sebagai nara sumber berbagai diskusi dan seminar, ia lakoni dengan tanpa mengeluh, penuh dedikasi dan idealisme tinggi tanpa akhir.

Kehidupannya yang jauh dari berbagai fasilitas ekonomi dan keterbatasan sarana penunjang baik dari jejaring koleganya yang ada dalam lingkaran kekuasaan maupun dari institusi negara. Membuat Peter Kasendra tak jenuh dan terus semangat melahirkan karya-karyanya.

Alumnus GMNI sederhana dan bersahaja yang banyak menghasilkan buku tentang politik dan sejarah ini, akhirnya dan untuk terakhir kalinya mendapat pengakuan dan apresiasi dari negara sebagai anggota tenaga ahli BPIP (Badan Pemantapan Idiologi Pancasila).

Saat-saat terakhir menjalani hidup dan kematian Peter Kasendra yang cukup memprihatinkan, bukanlah yang pertama kalinya dialami orang-orang “bertajuk nasionanalis dan pengikut Soekarno”.

Loyalis Soekarno di zamannya, setelah kejatuhan Soekarno banyak mengalami kepahitan dan kegetiran dalam kehidupannya. Bahkan tidak sedikit mengalami kematiannya secara tragis.

Seperti juga seorang Bachtiar Ginting, Demuyung Perangin dan masih banyak lagi nama-nama lain yang identik dengan “Soekarnois”, dikenang memilukan hingga kematiannya.

Strategi.id- Peter Kasenda di peristirahatan terakir rumah duka RS Elisabet Bekasi

Strategi.id- Peter Kasenda di peristirahatan terakir rumah duka RS Elisabet Bekasi

Keyakinan memegang teguh idealisme dan satunya kata dengan perbuatan dalam bersikap dan bertindak memang menjadi keasyikan dan kepuasan tersendiri bagi yang menjadikan hal itu sebagai bagian dari imannya.

Seperti mencari fosil dan tak ternilai harganya namun langka ditemukan di kekinian jaman. Tak goyah dan bergeser sedikitpun. Walaupun hidup dalam tekanan, dalam keterbatasan bahkan dalam kemiskinan.

Peter Kasenda, sendiri dan kesepian dari ideologi Panca Sila yang diperjuangkannya, sendiri dan kesepian dari negara yang diabdinya, dan sendiri dan kesepian dari kawan-kawan yang menemani perjalanannya silam namun kini menjauh.

Selamat jalan Peter Kasenda, kembali pulang ke rumah yang hakiki.

Penulis Yusuf Blegur

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top