PILPRES, Presidential Treshold dan Potensi Kehancuran Indonesia - strategi.id
Dialektika

PILPRES, Presidential Treshold dan Potensi Kehancuran Indonesia

Presidential Treshold

Strategi.id – Dengan kemunculan nama Amin Rais sebagai Calon Presiden 2019 oleh Partai Amanat Nasional (PAN), semakin deraslah arus pertarungan politik Presiden Jokowi untuk dapat kembali menjadi Presiden Republik Indonesia.

Banyak lagi nama-nama yang sudah banyak menjadi perbincangan masyarakat seperti Prabowo Subianto yang sejak tahun 2014 menjadi rival tetap Presiden Jokowi, yang kini kembali tampil digadang-gadang memperoleh dukungan dari 60 Jendral.

Ada juga nama Gatot Nurmantyo yang juga dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai sebuah terubosan baru nama potensial dalam Pilpres 2019 mendatang.

Bisa dipastikan nama-nama tersebut akan menjadi ketetapan nama Presiden dan Calon wakil Presiden dalam Pilpres 2019 pada tanggal 4 Agustus s.d. 10 Agustus 2019, jadi masih cukup lama untuk berspekulasi siapa nama Presiden dan wakil Presiden yang akan muncul dan berpeluang menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2022.

Pertimbangan dalam pemenuhan syarat menjadi Presiden dan Wakil Presiden adalah Presidential Threshold atau ambang batas 20 % kursi di DPR RI atau 25% suara nasional.

Pertarungan sebenernya terjadi disini, koalisi antar partai atau koalisi antara kepentingan semakin mengemuka menjelang penetapan nama pada bulan agustus mendatang.

Bisa jadi berbagai macam perisitiwa yang terjadi beberapa bulan belakangan ini, adalah upaya untuk menyatukan persepsi dan kepentingan dari nama-nama yang bakal menjadi calon presiden dan calon wakil presiden untuk masa bakti 2019- 2022.

Ibarat sebuah pertujukan sinetron ada skenario-skenario yang tampil menjelang penetapan Pilpres Agustus 2019.

Lalu apakah akan terjadi peristiwa peristiwa yang lain seperti munculnya calon alternatif ,munculnya generasi muda, atau munculnya tokoh aktivis 98 sebagai gerbong perubahan di tahun 1998.

Apakah hal ini bisa terjadi, mengingat penetapan tinggal beberapa bulan lagi, dan tentunya patut dihitung juga seperti munculnya kepentingan internasional.

Tidak bisa dipungkiri calon pemimpin yang ada masih sangat tergantung dengan arah kiblat politik luar negerinya. Sehingga dalam penetapan nama faktor internasional menjadi sangat penting.

Indonesia adalah negeri yang kaya, yang memliki sumberdaya alam yang melimpah, itu hanya dapat dimanfaatkan kalau pemipinnya mewakili kepentingan kelompok tertentu dan kelompok itu ingin memanfaatkan sumbedaya Indonesia untuk sebesar besarnya bagi kemakmuran masyarakat.

Apakah calon anda sudah bisa mewakilkan anda?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top