Polisi Gelar Razia Pengemudi Main Handphone Selama 14 Hari – strategi.id
Nusantara

Polisi Gelar Razia Pengemudi Main Handphone Selama 14 Hari

Polisi Gelar Razia Pengemudi Main Handphone Selama 14 Hari
Polisi Gelar Razia Pengemudi Main Handphone Selama 14 Hari

Strategi.id – Polda Metro Jaya menggelar Operasi Keselamatan 2019 selama 14 hari yang dimulai sejak hari ini. Pelaksanaan Operasi Keselamatan 2019 ditandai dengan apel bersama yang dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Lapangan Polda Metro Jaya, Senin (29/4/19).

Gatot mengatakan operasi tersebut digelar dalam rangka melalukan kegiatan Dikmas Lantas (pendidikan masyarakat lalu lintas). Berdasarkan catatan, kata Gatot, saat ini jumlah pelanggaran lalu lintas masih terbilang tinggi meski jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan.

“Mudah-mudahan dalam upaya kita ini angka dari pada kecelakaan lalu lintas turun dan fatalitas kecelakaan lalin akan semakin turun, karena kecelakaan itu diawali pelanggaran kecil dan kita tidak taat dan patuh ke aturan yang ada,” tuturnya.

Baca Juga :DKI Jakarta : Kepemimpinan Kapolda Gatot Eddy Pramono Dan Stabilitas Keamanan

Gatot menuturkan dalam operasi keselamatan tersebut ada tujuh pelanggaran lalu lintas yang menjadi sorotan utama. Yakni menggunakan telepon saat mengemudi, tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara, serta tidak menggunakan helm berstandar nasional. 

Lalu, pelanggaran melawan arus lalu lintas, mengendarai kendaraan di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, mengemudikan kendaraan di bawah umur serta mengemudikan kendaraan pada kecepatan maksimal.

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf menyampaikan ada tiga titik pelaksanaan Operasi Keselamatan 2019.

Tiga titik tersebut berada di sepanjang Jalan Benjamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, lalu di sekitar gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat serta di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di simpang Coca-Cola.

Yusuf menuturkan untuk titik lainnya saat ini masih dalam proses pembahasan. Pasalnya, dikatakan Yusuf, pihaknya mesti mencari titik atau lokasi yang tidak akan menimbulkan dampak kemacetan selama operasi tersebut digelar.

Baca Juga : Polisi Usut Pembakaran Surat Suara oleh KKB di Nduga Papua

“Kita melihat sikon artinya pada saat kapan kita melaksanakan kegiatan operasi simpatik dan nanti diharapkan dari kegiatan ini tidak menimbulkan suatu kemacetan,” ujarnya.

Disampaikan Yusuf, operasi keselamatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, dalam hal ini Ditlantas.

Lebih lanjut, Yusuf mengungkapkan operasi kali ini setidaknya melibatkan 2.771 personel gabungan, mulai dari personel Ditlantas, TNI, hingga Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top