Prestasi Ini yang Membuat Karier Jaksa Bayu Kian Moncer - strategi.id
Nusantara

Prestasi Ini yang Membuat Karier Jaksa Bayu Kian Moncer

Strategi.id – Sejumlah prestasi ditorehkan Bayu Adhinugroho Arianto, putra Jaksa Agung M Prasetyo, sehingga jadi landasan promosi. Wajar kalau kemudian karier Jaksa Bayu semakin moncer.

Beberapa waktu lalu, Bayu memperoleh promosi jabatan sebagai Kepala Kejaksaan Jakarta Barat dari posisinya saat ini sebagai Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali. Rotasi Bayu yang terlalu cepat ini dianggap sebagian kalangan karena posisinya sebagai anak Jaksa Agung Prasetyo.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Dr Mukri mengatakan, rotasi Bayu tidak ada yang salah dengan rotasi Bayu. Semua sudah sesuai prosedur. Apalagi Bayu memiliki banyak prestasi positif.

Apa saja prestasi Bayu?

Saat menjadi Kajari Gianyar, Bayu berhasil memenangkan gugatan perdata atas kekayaan negara dan mengembalikan lahan dan Istana Negara Tampaksiring sebagaimana mestinya yang sekian lama tidak terselesaikan. Kini hanan dan bangunan Istana Tampaksiring dikuasai kembali oleh Setneg.

Prestasi lain, saat menjabat Asintel Kejati Bali Bayu dinilai berhasil memimpin penangkapan koruptor terbesar yang sekian tahun tak pernah bisa ditangkap.

“Selain itu, Bayu berkontribusi besar dalam menjadikan Kejati Bali mendapatkan penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementerian PANRB pada 10 Desember 2018,” ujar Mukri dalam siaran tertulis yang diterima Strategi.id, Kamis (14/3/2019).

Jaksa Lain Juga Dipromosikan

Selain Bayu, sejumlah jaksa lain yang dinilai berprestasi juga mendapat promosi. Mukri menyebut Kajari Deliserdang, Asep Margono dipromosikan sebagai Aspidum Kejati Jawa Timur karena meraih penghargaan Sidhakarya ranking I (Pertama) Kejari Tipe A Berprestasi se-Indonesia.

Promosi juga diraih Kajari Belitung, Sekti Anggraini, yang dipromosikan sebagai Aspidsus Kejati Banten.

Bersamaan dengan itu, Kasubdit Pemantauan pada Direktorat III JAM Intelijen Kejagung, Anang Supriatna, juga dipromosikan sebagai Kajari Jakarta Selatan karena prestasinya dalam program tangkap buron.

Pada 2018, kata Mukri, Anang berhasil menangkap buronan pelaku kejahatan sebanyak 207 orang. Kemudian, selama Januari hingga 4 Maret 2019, berhasil ditangkap sebanyak 28 orang buronan.

“Artinya, keputusan rapat pimpinan secara kolektif, kolegial dan terbuka dengan semata-mata mempertimbangkan unsur PDLI tetap sebagai dasar penilaian dan prasyarat pertama dan utama yang harus dipenuhi secara keseluruhan, bersamaan, serentak dan simultan oleh setiap jaksa yang sedang dipertimbangkan untuk dirotasi mendapat mutasi maupun promosi,” ungkap Mukri.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo dalam Rapat Kerja (Raker) Kejaksaan RI 2018 di Bali bahwa promosi di Kejaksaan tidak ada menggunakan pola urut kacang. “Siapa yang berprestasi, meskipun masih muda, akan mendapat promosi,” ujar Jaksa Agung kala itu.

Mukri melanjutkan, sepanjang sejarah Kejaksaan memang tidak ada ketentuan dan keharusan untuk melibatkan atau mengikutsertakan pihak lain di luar struktur dalam urusan mutasi ataupun promosi di Kejaksaan.

“Namun semua keputusan dan kebijakan tentang hal tersebut adalah merupakan hasil dari pembahasan bersama meliputi semua aspek, berdasarkan data base kepegawaian yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Mukri.

Oleh sebab itu, Mukri menepis anggapan promosi dan mutasi di Kejaksaan tidak transparan. Sistem rotasi dan promosi dilakukan sesuai unsur prestasi, dedikasi, loyalitas, dan integritas (PDLI). Hal ini sebagai dasar penilaian dan prasyarat pertama dan utama yang harus dipenuhi secara keseluruhan, bersamaan, serentak dan simultan oleh setiap jaksa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top