Putera Asli Minang, Aznil Himbau Masyarakat Sumbar Hormati Perayaan Natal - strategi.id
Corong

Putera Asli Minang, Aznil Himbau Masyarakat Sumbar Hormati Perayaan Natal

Strategi.id - Putera Asli Minang, Aznil Himbau Masyarakat Sumbar Hormati Perayaan Natal

Strategi.id – Pelarangan Umat Kristiani di Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung dan Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya menggelar ibadah dan perayaan Natal 2019 mendapat sorotan dari Aznil Tan dari tokoh muda asal Sumatera Barat. Aznil meminta masyarakat Minang sudah mulai terbuka dan menghormati keyakinan siapapun menjalankan ibadah.

“Islam itu mengajarkan hormat-menghormati keyakinan seseorang. Saatnya masyarakat Sumbar sudah mulai terbuka dan tidak lagi membangunan indoktrinasi kealergian kepada agama lain di tengah masyarakat,” ujarnya kepada media (21/12/19).

Sebagai putera asli Minang, Aznil menghimbau generasi muda Minang tidak lagi terbawa cara pikir intoleransi dan tertutup dengan keberagaman.

“Jaman sudah revolusi industri 4.0. Generasi muda milenial jika ingin maju harus berhubungan harmonis dengan orang yang berbeda keyakinan dimanapun berada. Jangan menganggap mereka (non muslim) lawan seteru. Keimanan adalah hak setiap manusia yang tidak boleh diganggu gugat. Hal itu perintah dalam Islam dan dilindungi oleh negara” ujarnya.

Aznil sangat menyayangkan sikap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang tidak melindungi pelaksanaan ibadah Natal dan Tahun Baru kaum Nasrani di Sumatera Barat.

“Gubernur Sumbar sudah saatnya juga jangan membodohi dan membiarkan sikap-sikap intoleransi pelarangan peribadatan Natal. Beliau harus mendidik warganya untuk hidup hamonis” katanya.

Aznil meminta pihak Polda Sumbar untuk segera terjun mengayomi masyarakat setempat supaya menghormati perayaan Natal dan memastikan keamanan serta kenyamanan umat Nasrani dalam pelaksanaan peribadatan di Sumbar.

“Saya meminta Polda Sumbar untuk terjun untuk menjamin peribadatan Natal bagi saudara Nasrani berjalan aman dan nyaman di Sumbar. Ayomi masyarakat setempat dan serta lakukan sosialisasi hukum bahwa menghalangi peribadatan agama di Indonesia merupakan tindak pidana. Persoalan ini jangan serahkan ke Polsek atau Polres setempat,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top