Internasional

Rangkaian Demontrasi Di Prancis Memuntut Penundaan Kenaikan BBM Diesel

Aksi Protes di Paris ( foto : Stephane Mahe/Reuters / is)

Strategi.id- Setelah rangkaian demonstrasi yang berakibat pada meninggalnya sejumlah orang, pemerintah Prancis menunda kenaikan harga bahan bakar diesel yang menjadi pemicu protes.

Kenaikan pajak terhadap diesel digagas Presiden Emmanuel Macron sebagai langkah perlindungan terhadap lingkungan hidup, namun dianggap memberatkan.

Sebelumnya, pertemuan kelompok moderat ‘Rompi Kuning’ dengan Perdana Menteri Prancis dibatalkan setelah adanya ‘ancaman mati’ dari para pegiat radikal, sementara seorang perempuan tewas terkena tabung gas air mata yang terlontar ke apartemennya.

Baca Juga : Perang Dingin Globalisme Vs Proteksionisme

Pertemuan kalangan moderat ‘gilet jaunes’ atau rompi kuning dengan PM Edouard Philippe berlangsung Selasa (4/12/18) seperti yang dilansir BBC Indonesia.

Strategi.id- Aksi Protes Oleh Rompi Kuning Menentang Kenaikan BBM ( Foto : Stephane Mahe/Reuters / is)

Strategi.id- Aksi Protes Oleh Rompi Kuning Menentang Kenaikan BBM ( Foto : Stephane Mahe/Reuters / is)

Namun sejumlah anggota tim perunding ini mengatakan mereka mendapat ancaman pembunuhan dari kalangan pengunjuk rasa garis keras, menuntut mereka untuk tidak melakukan perundingan dengan pemerintah.

Sabtu (01/12/18) lalu, seorang perempuan berusia 80 tahun meninggal akibat hantaman tabung gas air mata yang terlontar ke jendela apartemennya di kota Marseille, tidak jauh dari lokasi bentrokan antara aparat kepolisian dan para pengunjuk rasa.

Sementara, kalangan pengemudi ambulans swasta di Prancis turut bergabung dalam protes menentang pemerintah sejak Senin lalu. Mereka antara lain memblokir salah satu jalan bundaran di Paris di dekat gedung parlemen

Bentrokan antara ribuan pengunjuk rasa dan pasukan kepolisian di Paris, Prancis, dan bergulir di beberapa kota besar lainnya, diawali demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak, khususnya diesel. Presiden Emmanuel Macron mendasarkan kebijakannya pada niat untuk membatasi penggunaan diesel demi lingkungan yang lebih bersih.

 

Strategi.id- Aksi Demo di Paris oleh Kelompok Rompi Kuning ( Foto : THIBAULT CAMUS/AP / is)

Strategi.id- Aksi Demo di Paris oleh Kelompok Rompi Kuning ( Foto : THIBAULT CAMUS/AP / is)

Namun kekisruhan itu dinilai juga dipicu isu lain seperti pajak dan biaya hidup masyarakat yang terus meningkat.

Tewasnya perempuan manula di Marseille menambah jumlah korban setelah sebelumnya tiga orang meninggal sejak unjukrasa itu digelar dua pekan lalu, kata kepolisian Prancis.

Kementrian dalam negeri Prancis mengatakan sekitar 136.000 orang yang melibatkan diri dalam unjuk rasa pada Minggu lalu, yang menyebut sebagai Gerakan Rompi Kuning.

Baca Juga : Harga BBM di Papua Turun Rp93 Ribu Jadi Rp6.450 per Liter

Presiden Prancis Emmanuel Macron menggelar rapat darurat kabinet untuk membahas masalah keamanan, sementara Perdana Menteri Edouard Philippe menemui para pemimpin oposisi pada hari Senin.
Pemimpin sayap kanan, Marine Le Pen, yang berada dalam pertemuan itu, memperingatkan bahwa Macron bisa menjadi presiden pertama negara itu yang memberi perintah tembak kepada pengunjuk rasa dalam 50 tahun terakhir.
Le Pen mengatakan pemerintah Macron harus mencabut kebijakan kenaikan BBM, menurunkan harga gas dan listrik, serta mencabut pembekuan upah minimum dan pensiun minimum.
Sementara, Menteri Keuangan Bruno Le Maire bertemu dengan perwakilan bisnis untuk membahas dampak unjuk rasa terhadap ekonomi negara itu.
“Dampaknya parah sekali dan terus dirasakan sampai sekarang,” kata Le Maire kepada Kantor berita AFP.
Berikan Komentar

Berikan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 10 =

Atas