Realisasi BTN Untuk Program Satu Juta Rumah Baru Sebesar 53,1% Dari Target 800.000 Rumah - strategi.id
Nusantara

Realisasi BTN Untuk Program Satu Juta Rumah Baru Sebesar 53,1% Dari Target 800.000 Rumah

satu juta rumah

Strategi.id- Aset PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tumbuh di level 16,58% secara tahunan (year-on-year). Aset BBTN meningkat dari Rp 268,04 triliun pada semester I/2018 menjadi Rp 312,47 triliun.

Selain mencatatkan kenaikan aset paling tinggi di antara 15 bank besar di Indonesia, pertumbuhan aset BBTN berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekam aset perbankan nasional hanya naik di level 7,77% yoy per Mei 2019.

baca juga : RUPST BTN Agendakan Perubahan Pengurus dan Pengambilalihan PNM-IM

Direktur BTN Nixon L. P. Napitupulu mengatakan laju pada aset perseroan tersebut disumbang pergerakan positif pada penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Kredit dan DPK BTN, lanjut Nixon, naik positif mencapai hampir dua kali lipat industri perbankan nasional. 

“Kenaikan kredit dan DPK yang melaju tersebut menyumbang pergerakan positif pada aset kami. Ke depannya kami terus berupaya agar laju kenaikan aset tetap dibarengi dengan kualitas yang terjaga,” jelas Nixon dalam keterangan tertulis, Senin (19/8/2019).

Nixon menjelaskan perseroan tidak hanya mencatatkan kinerja positif pada aset secara tahunan. Perseroan, lanjutnya, berhasil menjaga kenaikan aset tetap positif dalam lima tahun terakhir. Nixon merinci, dalam lima tahun terakhir, laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) aset BTN berada di posisi 20,66%. Kenaikan tersebut tercatat dari Rp 144,58 triliun pada Desember 2014 menjadi Rp 306,44 triliun pada bulan yang sama tahun 2018.

baca juga : Polri : Situasi Di Jayapura dan Manokwari Kondusif, Sorong Ada Unjuk Rasa

Komposisi aset BBTN, ujar Nixon, juga didominasi aset produktif. Catatan keuangan BTN per Juni 2019 menunjukkan aset produktif perseroan mencapai 88,98% dari total aset. Adapun, porsi kredit dan pembiayaan tercatat sebesar 89,27% dari total aset produktif BTN.

Di sisi kredit, BTN mencatatkan pertumbuhan pada posisi 18,78% yoy atau naik dari Rp211,35 triliun pada Juni 2018 menjadi Rp251,04 triliun. Kenaikan tersebut mencapai dua kali lipat pertumbuhan kredit industri perbankan nasional. OJK mencatat, kredit nasional tumbuh single digit di level 9,92% yoy per Juni 2019.

baca juga : BTN Sebut Telah Maksimalkan CAR ke Dalam Kredit

Sementara DPK BTN tumbuh 15,89% menjadi Rp 219,75 triliun. Angka pertumbuhan DPK BTN ini juga lebih besar dibandingkan rata-rata kenaikan DPK perbankan sebesar 7,42% per Juni 2019.

Hingga akhir tahun nanti, Nixon mengungkapkan pihaknya akan tetap mencatatkan kinerja positif. “Bagi kami, bisnis yang berkelanjutan merupakan prioritas utama,” ucap Nixon.

Sementara itu, BTN pun tetap berkomitmen memberi dukungan penuh pada Program Satu Juta Rumah. Per 30 Juni 2019, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 424.863 unit rumah atau senilai Rp 36,42 triliun. Total realisasi jumlah unit rumah tersebut setara 53,1% dari target yang ditetapkan Bank BTN untuk 2019 yakni sebanyak 800.000 unit rumah. 

Penyaluran tersebut terdiri atas kredit perumahan di segmen subsidi dan non-subsidi. Di segmen subsidi, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk 328.192 unit rumah senilai Rp 19,7 triliun. Kemudian, di segmen non-subsidi, kredit perumahan yang disalurkan mencapai 96.671 unit rumah atau setara Rp 16,72 triliun.


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top