Revolusi Gaya Pacaran Remaja Jaman Now dibedah di SMKN 15 Jakarta – strategi.id
Nusantara

Revolusi Gaya Pacaran Remaja Jaman Now dibedah di SMKN 15 Jakarta

Strategi.id-Pagi itu aula SMKN 15 Jakarta yang berlokasi di salah satu kawasan elit Jaksel dipenuhi ratusan siswa-siswi generasi Z dari beberapa kelas dan jurusan sekolah itu.

Mereka tampak antusias mengikuti “Penyuluhan tentang Bahaya Narkoba, Reproduksi Remaja, Kesehatan Jiwa Remaja, dan Perilaku Hidup Sehat Bagi Remaja” yang digelar UKS (Unit Kesehatan Sekola) SMKN 15 kemarin, Jumat (26/10/18).

Dalam sambutannya, Tri Haryati selaku Pembina UKS dan guru bimbingan konseling (BK) SMKN 15 mengatakan, digelarnya acara ini untuk memberikan pemahaman yang baik bagi para siswa-siswi dalam melangkah mengisi masa pubernya secara positif, optimis dan bertanggungjawab.

“Sengaja kami datangkan para narasumber kompeten seputar masalah keremajaan, yakni Nanang Djamaludin dan Tika Bisono agar kalian bisa menyerap penjelasan bermanfaat untuk bekal kehidupan kalian,” ujar Tri Haryati kepada para siswa-siswinya.

Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Nanang Djamaludin, mengatakan, salah satu hal yang muncul ke permukaan terkait kehidupan pubertas remaja jaman now beberapa tahun belakangan ini setelah hadirnya era informasi digital, adalah perilaku dan gaya pacaran remaja yang mengalami revolusi yang demikian dasyat.

Sampai-sampai generasi-generasi di atasnya, termasuk orangtua si remaja, banyak yang terkaget-kaget bagaimana bisa remaja jaman now itu tiba-tiba bisa sampai pada sebuah gaya dan berperilaku pacaran yang amat bebas dan berani dibanding yang berlaku di era generasi lawas .

“Revolusi dalam perilaku dan gaya pacaran remaja jaman now ini sudah sampai pada munculnya anak-anak yang sejak dini menjadi pelaku seks bebas bahkan kecanduan seks, malah di usianya yang masih SMP bahkan SD,” ungkap Nanang sambil menayangkan slide-slide gambar dan film yang menguatkan pernyataannya itu.

Melalui presentasi berjudul “Menjadi Remaja Jaman Now yang SMART (Sehat, Mulia Aklaknya, Ramah dan Terampil) dan Pacaran Berorientasi Masa Depan”, Nanang merujuk pada data WHO yang menyebut 41 persen dari 208 juta kehamilan di seluruh dunia merupakan kehamilan tidak direncanakan. Dan 11 persen dari jumlah itu disumbangsihkan oleh remaja usia 15-19 tahun.

“Sejauh ini memang belum ada survei nasional yang kredibel yang bisa menggambarkan perilaku seks usia anak dari kalangan generasi Z.

Namun saya yakin jumlah anak remaja jaman now yang aktif secara seksual tidaklah sedikit,” ujar konsultan keayahbundaan dan perlindungan anak itu.

Hal itu, lanjutnya, mengingat betapa massif dan berseliwerannya serbuan konten-konten pornografi yang diakses oleh anak, baik sengaja maupun tidak, lewat gawai yang digenggamnya.

Ditambah lagi, betapa mudah dan rentannya para remaja jaman now untuk menjadikan figur-figur selebritis medsos berkelakuan permisif-hedon bermoralitas rapuh yang mengumbar keglamoran dan gaya hidup seks bebasnya, sebagai idola dan acuan berperilaku. Sehingga mengarah pada imitasi kehidupan dan perilaku seks bebas idolanya itu.

“Untuk itu, jika diantara kalian yang masih sekolah ini sudah ada yang punya pacar dan pacarmu itu memintamu berhubungan seks sebagai bukti cinta maka kamu harus menolak dan segera putuskan hubungan.

Sebab sudah pasti dia bukan termasuk pacar yang baik untukmu, untuk keluargamu, dan bagi masa depanmu,” paparnya.

Digarisbawahi Nanang, hubungan seks sehat dan bertanggung jawab yang dibenarkan oleh norma agama dan norma sosial yang luhur adalah hubungan seks melalui lembaga perkawinan.

Dan dari segi usia pun harus sudah sampai pada usia yang cukup mandiri untuk berpikir dan bertindak dewasa dalam menatap masa depan.

“Dalam banyak kasus, hubungan seks bebas remaja yang masih sekolah, terlebih jika akhirnya mengakibatkan kehamilan, hanya akan menambah deretan SDM yang rendah secara kualitas. Sebab pendidikannya jadi terbengkalai karena harus mengurus anak,” katanya.

Banyak pula, lanjutnya, diantara mereka itu akhirnya cerai di usia yang amat belia, lalu menjadi buruh berketerampilan rendah, bergaji rendah, yang berarti pula berlangsungnya proses pelestarian kemiskinan di masyatakat.

Dan tak sedikit yang akhirnya terpaksa menjadi pelaku prostitusi yang rentan HIV/AIDS dan penyakit seks menular lain yang amat berbahaya.

Secara umum, acara penyuluhan di SMKN 15 itu berlangsung seru, penuh senyum dan tawa para siswa-siswi sepanjang tiga jam presentasi Direktur Eksekutif JARANAN itu. Para pelajar terlihat aktif berinteraksi dan bertanya dengan narasumber.

Doorprize berupa buku persembahan dari Taman Literasi Jaringan Anak Nusantara (Tali Jaranan) pun berhasil didapat oleh belasan siswa-siswi yang paling aktif berinteraksi di acara tersebut. Doorprize diberikan langsung oleh Indah Prastiwi selaku ketua Tali JARANAN.

Acara ditutup dengan pengucapan bersama-sama “ikrar persahabatan sejati” antar siswa-siswi SMKN 15 Jakarta. Dalam ikrar itu mereka akan saling menjaga, melindungi dan mendukung diantara sesama mereka demi masa depan yang gemilang di hadapan mereka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top