Iklan

Kategori: BUMN

RNI Bangun “Sillicon Valley” di Subang

Strategi.id – PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) menargetkan untuk dapat mulai membangun kawasan industri di Subang, Jawa Barat pada awal tahun 2019. Persiapan dari pembangunan kawasan industri tersebut sudah mulai dilangsungkan sejak awal tahun 2018 ini. Pembangunan kawasan industri tersebut merupakan salah satu pengembangan bisnis yang dilakukan perusahaan pelat merah di bidang perkebunan ini. Utamanya dengan memanfaatkan lahan seluas 3900an hektar bekas pabrik gula yang sudah ditutup per tahun ini.

Direktur Utama PT RNI B. Didik Prasetyo mengatakan, tahun ini pihaknya menyiapkan belanja modal (capex) sebesar RP 4,5 triliun untuk pengembangan RNI Group. “Dana tersebut akan digunakan untuk investasi rutin, terutama yang paling besar adalah rencana kita untuk membentuk kawasan industri di Subang sebanyak Rp 3 triliun,” ujar Didik ketika ditemui seusai acara RNI Economy Outlook di kawasan BSD, Serpong Beberapa Waktu yang lalu (6/4/2018).

Sebelumnya perseroan telah berkonsultasi kepada dewan Kawasan Ekonomi Khusus agar kawasan industri tersebut mejadi smart area industri. “Nah nanti dapat green light dari dewan KEK nasional itu nanti arahnya ke mana,” kata Didik.

Sedangkan soal rencana pembangunan pabrik gula, terutama yang diluar Jawa diakui sekaligus menjadi semacam relokasi bagi karyawan dan industrinya. Saat ini sudah ada enam tempat disurvei. Diharapkan relokasi ini teta mempertahankan jumlah pabrik gula milik RNI sebanyak tujuh.

“Tapi sebenarnya bukan soal jumlah pabrik, justru kapasitasnya. Biar dua pabrik tapi kalau kapasitasnya jauh lebih besar daripada punya tujuh, maka itu jadi alasan beberapa pabrik gula yang di bawah kapasitas produksi 4000 ribu kami tutup,” kilahnya.

Kawasan yang akan digunakan sebagai kawasan industri adalah tanah milik RNI seluas 3.900 hektar (ha). kawasan bisnis itu akan digunakan oleh industri-industri dengan berbasis teknologi tinggi (high technology) dan industri pintar (smart industry) sesuai arahan dari Dewan Ekonomi Nasional.

Alasan tidak memberdayakan pabrik gula tersebut, menurut Didik karena infrastruktur yang terbangun di sana sudah sangat menekan untuk mempertahankan sebagai indsustri gula tebu.

“Dari sisi cost, areal itu dibelah oleh tol. Jadi kalau mengangkut tebu ke pabrik harus melewati tol itu. Lalu deket sekali dengan pelabuhan Patimbang yang rencana dibangun pemerintah pusat. Selain itu, deket juga dengan Bandara Kertasakti. Nah, terakhir, gara-gara itu semua, maka membut perkembangan di area sekitarnya jadi sangat pesat, terutama untuk perumahan,” imbuhnya.

Maka, kata dia, kalau dipertahankan tidak akan menguntungkan lagi. Apalagi setahun terakhir, daya saing dengan sesama pabrik gula di situ sudah terasa tidak mampu. Belum kalau harga gula tinggi, maka sebaiknya memindahkan pabrik gula ini ke luar Jawa.“Kawasan industry ini sudah dapat sinyal investor Jepang yang ditawarkan dari perusahaan BUMN karya. Walau seluruh kebutuhan investasi tersebut berasal dari dana internal perusahaan. Apakah menerbitkan bond atau pinjam bank itu belakangan,” ucapnya.

Untuk kawasan industri ini nantinya akan berkonsep smart industrial area. Nantinya Didik berharap pada 2019 pengerjaan sudah pada tahap pembangunan infrastruktur. “Kalau saat ini saya berharap 2018 selesai semua pembebasanya, nanti 2019 sudah bisa mulai dibangun infrastrukturnya. Tahun 2019-2020 industri mulai masuk kalau industri yang sedang kita jajaki pasarnya tenantnya kemungkinan industri yang di Jepang manufaktur,” katanya.

Didik menargetkan, pada 2020 sudah ada industri yang masuk ke kawasan tersebut. Kawasan Subang dipilih karena dinilai akan menjadi pusat-pusat pertumbuhan industri baru. Lokasi kawasan industri ini nantinya dekat dengan Bandara Kertajati serta Pelabuhan Patimban. Untuk target pasar, kawasan industri tersebut antara lain menyasar Jepang dan Korea. Direktur Inovasi dan Pengembangan PT RNI Djoko Retnadi berharap kawasan industri ini bisa berkembang seperti Sillicon Valley di Amerika Serikat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

Diwartakan Oleh:
Danar Priyantoro
  • Berita Terbaru

    Meredam Dendam dan Ganti Nyinyir Dengan Nyengir

    Strategi.id - Babak baru penanganan wabah pandemi Covid-19, kembali memunculkan kebijakan pemerintah dengan istilah kali…

    7 June 2020

    Satgas Raider 300 Menumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air Kepada Anak-anak Papua

    Strategi.id - Satgas Pamtas Yonif Raider 300/Bjw, Pos Km 76 yang dipimpin Serda Ali Imran…

    7 June 2020

    Diskusi MTI Terkait Evaluasi Mudik Masa Pandemi Dan New Normal Dalam Kelancaran Lalu Lintas

    Strategi.id – Di tengah Pandemi Covid-19 (virus corona) dalam rangka menghadapi New Normal serta mengevaluasi…

    7 June 2020

    Refeleksi Hari Lingkungan Hidup

    Strategi.id - Mohon ijin membagikan tulisan receh-temeh ya teman-teman.Jika bermanfaat dan berfaedah, silakan dibagikan dan…

    6 June 2020

    Begini Kronologi Jatuhnya Helikopter M-17 Milik TNI AD

    Strategi.id - Helikopter MI-17 milik TNI AD dengan nomor registrasi HA 5141 terjatuh karena kecelakaan…

    6 June 2020

    PMII Jakarta Sayangkan BEM UI Undang Veronika Koman Yang Memperkeruh Suasana Kamtibnas

    Strategi.id- PMII Jakarta Sayangkan BEM UI Gelar Diskusi dengan DPO Veronica KomanKetua Cabang PMII Jakarta…

    6 June 2020

    This website uses cookies.