Rumah Marhaen Indonesia dan Sukmawati Menggugat Paham Khilafah dan Pemfosilan Ajaran Sukarno - strategi.id
Nusantara

Rumah Marhaen Indonesia dan Sukmawati Menggugat Paham Khilafah dan Pemfosilan Ajaran Sukarno

Strategu.id – Komunitas Rumah Marhaen Indonesia mendeklarasi Bandung Menggugat “menolak paham khilafah dan pemfosilan ajaran Bung Karno, di situs penjara Banceuy Sukarno, Bandung Sabtu, (19 /7/19).


Acara juga dihadiri langsung ibu Sukmawati Sukarnoputri putri pencetus Ideologi Marhanesme. Peserta deklarasi ini juga dihadiri dari ormawa Cipayung sekota Bandung, elemen masyarakat dan tokoh nasional.

Komisioner Rumah Marhaen Indonesia bung Anas Buchorie mengatakan bahwa, kegiatan Bandung Menggugat adalah suatu refleksi atas menyebarnya paham ekstremis agama di indonesia yang terus di gemborkan oleh Hizbut Tahrer di masyarakat bawah,

“Meskipun mereka sudah di bubarkan akan tetapi doktrinasi paham khilafah selalu disemai oleh anggota anggota nya”, ujar Anas Buchorie.


Kegiatan deklarasi ini juga di isi sesi monolog Sukarno oleh ibu Sukmawati sebagai satu dari tiga kegiatan selain diskusi dan orasi gugatan dari setiap elemen dan juga tokoh yang hadir seperti, Budi Djarot dari komunitas Jaga Indonesia, Pengurus Wilayah NU Jawa Barat.


Puncak dari Deklarasi “Bandung Menggugat” adalah semua elemen dan tokoh nasional menyepakati point arah juang kedepan yang di gagas Rumah Marhaen Indonesia.

Adapun isi sebagai “Deklarasi Bandung Menggugat, Menolak Paham Khilafah dan Pemfosilan Ajaran Bung Karno” terdiri dari lima point yang meliputi :

Pertama “Meyakini Pancasila sebagai dasar negara dan jalan hidup bersama, berbangsa dan bernegara.”

Selanjutnya “Menentang segala bentuk ajaran ekstrimisme agama yang disebarkan oleh organisasi yang berafiliasi dengan Hizbut Tahrer dan Wahabisme internasional.”

Poin ketiga “Bergotong royong dengan seluruh elemen nasional untuk me Re-indoktrinasi paham Khilafah, Wahabisme yang sudah menyebar ke generasi bangsa Indonesia.”

Sedangkan poin ke empat “Memaksimal upaya preventif, antisipatif, dan proaktif membela dan melindungi Pancasila, dari berbagai upaya penghianatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ektrimisme agama.”

Dan yang terakir “Menempatkan kesetiaan dan kecintaan kepada tanah air Indonesia sebagai bagian dari keimanan kepada Tuhan yang maha Esa.”

Kegiatan ini diharapkan sebagai momentum elemen dan tokoh nasional saling bahu membahu menjaga ideologi Indonesia,

“Dengan mengumpulkan kekuatan element nasional dan tokoh2 nasional indonesia, untuk mengcounter serta mereduksi paham dan ajaran tentang khilafah yang hari ini masih masif dilakukan oleh ex-HTI dan membangkitkan ajaran sukarno khususnya di kota Bandung”, tegas bung Dani Ramdani selaku ketua pelaksana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top