Saham Bank BUMN Terpuruk, Bagaimana Strategi Kementrian BUMN - strategi.id
BUMN

Saham Bank BUMN Terpuruk, Bagaimana Strategi Kementrian BUMN

Strategi.id-Saham Bank BUMN Terpuruk, Bagaimana Strategi Kementrian BUMN
Strategi.id-Saham Bank BUMN Terpuruk, Bagaimana Strategi Kementrian BUMN

Strategi.id- Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah dalam kondisi yang tak menentu sejak mewabahnya virus corona (Covid-19) di Indonesia. Banyak saham emiten berguguran, termasuk perusahaan-perusahaan negara alias BUMN.

Seperti yang diketahui jumlah Pasien positif terinfeksi Virus Korona (Covid-19) di Indonesia bertambah signifikan.

Pada Jumat (27/03/20), angkanya bertambah 1046 kasus. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 87 orang, dengan jumlah yang sembuh 46 orang.

Baca Juga : UPDATE 27 Maret 2020, Positif Korona 1046 dan 46 Orang Sembuh

Pada perdagangan, Selasa (24/03/20), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup negatif. IHSG turun 51 poin (1,3 persen) ke level 3.937. Penurunan IHSG melengkapi kinerja rupiah yang juga tengah terpuruk.

Namun berbeda pada dua hari di akir minggu ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan penguatan yang signifikan. Hingga sesi I saja IHSG sudah menguat 342 poin (7,8%) level 4.681.

Penguatan ini melanjutkan tren perdagangan kemarin. IHSG kemarin ditutup melonjak hingga 401 poin (10,1%) ke level 4.338.

Baca Juga : Pemerintah Menyiapkan Kebijakan Insentif Covid-19, 1 Juta per Bulan Dari BP Jamsostek

Di perdagangan sesi II, IHSG gagal mempertahankan penguatannya. Meski demikian di akhir penutupan IHSG membukukan penguatan 4,76% di 4.545,571.

Pemicu penguatan IHSG masih sama, rally bursa saham AS (Wall Street) akibat stimulus fiskal jumbo senilai US$ 2 triliun yang sebentar lagi akan akan dikucurkan.

Selain dari eksternal, sentimen positif juga datang dari stimulus fiskal dalam negeri. Kamis kemarin setelah perdagangan di pasar saham ditutup, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kemarin merilis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 23 tahun 2020 tentang pemberian insentif perpajakan bagi pelaku usaha yang terdampak corona atau Covid-19. Aturan ini akan mulai berlaku pada 1 April 2020.

Baca Juga : RS Darurat Penanganan Covid-19 Sudah Siap Beroperasi Senin, 23 Maret 2020

Setidaknya, ada empat insentif di bidang perpajakan yang akan di berikan Sri Mulyani sebagai langkah membantu Wajib Pajak (WP) terdampak wabah Virus Corona.

“Keempat insentif tersebut terkait dengan ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21, PPh Pasal 22 Impor, PPh Pasal 25 dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN),” tulis keterangan resmi Kemenkeu, Kamis (26/3/20).

Lalu Bagaimana posisi Saham Saham Plat Merah menghadapi Korona.

Bank BNI

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) jadi salah satu BUMN yang harganya anjlok cukup parah. Harga penutupan pada penutupan 30 Desember 2019 lalu, harga saham BBNI berada di level Rp 7.850 per lembarnya. Bandingkan dengan harga penutupan terakhir yang nilainya hanya Rp 3.990 per lembar sahamnya.

Bank BTN

Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) anjlok sangat dalam. Nilai per lembar saham pada penutupan 30 Desember 2019 lalu masih berada di level 2.120. Sementara pada penutupan perdagangan BEI terakhir, harga saham bank yang kreditnya banyak disalurkan untuk KPR ini hanya dihargai Rp 890 yang sebelumnya pada minggu ini sempat diangka Rp 820.

Bank Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) jatuh sangat dalam dalam beberapa pekan terakhir. Harga saham bank dengan aset terbesar di Indonesia ini pada penutupan terakhir berada di level Rp 4.940 per lembar. Sementara dibandingkan pada harga saham 60 hari perdagangan lalu, nilainya masih berada di level Rp 7.675. Harga saham perbankan memang tengah berguguran di tengah ketidakpastian global.

Bank BRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sahamnya juga ambles. Nilai saham pada perdangan terakhirnya yakni Rp 3.230 per lembar. Angka yang jauh di bawah harga saat penutupan pada 30 Desember 2019 yang nilai per lembar sahamnya masih dihargai Rp 4.400.

Strategi Kementrian BUMN

Lalu kebijakan apa yang diambil Pemerintah sebagai Stockholder Para BUMN Bank ini.

Baca Juga : BUMN RNI Import Alat Uji Covid -19 dan Sudah Di Indonesia

Kementerian BUMN telah menginstruksikan beberapa perusahaan plat merah untuk melakukan buyback atau pembelian kembali saham. Hal ini dilakukan untuk merespon melemahmya IHSG.

“Tadi sudah koordinasi untuk buyback saham, ada 12 bumn yg akan buyback nilainya Rp 7 sampai Rp 8 triliun,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Kementerian BUMN, Selasa (10/3/20).

Baca juga : Ditemukan Interferon Alpha 2B Obat Melawan Korona?

Arya Sinulingga juga menambahkan, perusahaan plat merah yang akan melakukan buyback sahamnya, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, Wijaya Karya, Adhi Karya, PP, Jasa Marga, Waskita Karya, Antam, Bukit Asam, dan Timah.

“Periodenya sudah mulai diserahkan kepada masing-masing perusahaan strateginya,” tegas Arya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top