Saksi Kunci Kasus Korupsi Jamal Yunos Diekstradisi ke Malaysia – strategi.id
Internasional

Saksi Kunci Kasus Korupsi Jamal Yunos Diekstradisi ke Malaysia

tribunnews.com

strategi.id – Datuk Seri Jamal Md Yunos mantan buron dalam kasus Korupsi 1MDB yang melibatkan mantan perdana Menteri Najib Razak didakwa melarikan diri dari polisi, setelah proses ekstradisinya dari Indonesia pada hari Kamis (05/07).

Akibat perbuatannya tersebut, Jamal didakwa dengan Pasal 224 Hukum Pidana karena secara sengaja menolak atau melanggar hukum yang berakibat dirinya dapat dihukum dua tahun penjara, denda atau gabungan dari keduanya.

Jamal sendiri menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah karena penjaminnya telah memberi sejumlah jaminan pada tanggal 25 Mei 2018 silam dan bahwa dirinya telah menandatangani dokumen bebas dengan jaminan.

Pihak imigrasi menjelaskan bahwa deportasi WN Malaysia atas nama Jamal Bin MD Yunos dilakukan karena Jamal memasuki wilayah Indonesia secara illegal dari Malaysia melalui Dumai, Riau dengan menggunakan speedboat. Agung Sampurno, Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia, seperti dikutip dari BBC Indonesia menambahkan jika pendeportasian WN Malaysia tersebut menggunakan pesawat type MH 710 jam 11.10 dan dikawal oleh polisi Malaysia yang terkait.

Jamal ditangkap Kepolisian Negara Republik Indonesia pada hari Selasa (03/07) dan kemudian diserahkan ke pihak imigrasi yang terkait. Jamal yang merupakan Mantan pimpinan UMNO Sungai Besar ini menghilang setelah dikeluarkannya perintah penangkapan atas dirinya pada tanggal 25 Mei yang lalu.

Salah satu dakwaan yang ditimpakan kepadanya adalah mengganggu ketertiban umum dan memecahkan botol minuman beralkohol di gerbang gedung Kementerian Negara Bagian Selangor. Selain itu Jamil juga diduga akan menjadi saksi kunci pada kasus korupsi penyalahgunaan dana investasi pemerintah 1MDB yang telah melibatkan dan menjatuhkan pemerintahan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Dalam sidang perdananya di hari Rabu tanggal 4 Juli 2018, Najib Razak (64) dikenai dakwaan menerima suap sebesar 42 juta ringgit (atau sekitar 143 milyar rupiah) dan tiga dakwaan lainnya terkait dengan penyalahgunaan kepercayaan kepada dirinya yang saat itu menjabat sebagai orang nomor satu di Malaysia.

Razak juga membantah semua dakwaan yang dituduhkan kepadanya dan dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu sidang berikutnya yang akan dijadwalkan untuk digelar pada Februari 2019.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top