Semoga 22 Tahun Reformasi Menyisakan Semangat Positif Di Hari Kebangkitan Nasional – strategi.id
Dialektika

Semoga 22 Tahun Reformasi Menyisakan Semangat Positif Di Hari Kebangkitan Nasional

Strategi.id - Semoga 22 Tahun Reformasi Menyisakan Semangat Positif Di Hari Kebangkitan Nasional

Strategi.id – Sudah 22 tahun reformasi banyak sejarah yang sudah terjadi menjadi sebuah kenangan didalam negeri itulah contoh semangat perjuangan untuk bangsa ini.

Pergerakan aksi mahasiswa menentang
Rezim Soeharto mulai meluas ke berbagai kota dan daerah-daerah. Mulanya hanya dengan aksi di dalam kampus, dan semuapun ikut bergerak melakukan unjuk rasa di jalan-jalan.

Seiring berjalannya waktu meningkatnya eskalasi gerakan mahasiswa, dukungan dari berbagai elemen sampai Masyarakat-pun mulai meningkat.

Dari situlah dukungan demi dukungan mulai membanjiri dari para elite politik, organisasi non pemerintah, buruh dan rakyat.

Semua gerakan mulai menyokong dan menyumbang pada gerakan mahasiswa. Bahkan tidak jarang secara kelompok sampai ke perorangan.

Dan dari situlah semua ikut bergerak dari buruh, pelajar hingga masyarakat ikut turut andil perjuangan dalam pergerakan reformasi tersebut.

Resistensi mulai memuncak ketika terjadi demonstrasi secara massal oleh para mahasiswa dari segala penjuru menduduki Gedung DPR-RI Senayan yang terus-menerus menyebut selama tiga hari berturut-turut mulai 18 Mei hingga 21 Mei 1998.

Dan sejak itulah dinamakan atau sering disebut “Era Reformasi” berkumandang hingga perjalanannya sampai sekarang.

Dan pada tanggal 21 bulan Mei tahun 1998 di hadapan para wartawan media dan seluruh dunia Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden dan Wakilnya B.J Habbibie langsung dilantik menjadi presiden RI yang ketiga.

Tumbangnya rezim orde baru yang dipicu oleh kondisi perekonomian tidak menentu krisis ekonomi melanda Indonesia telah berdampak serius hingga meluas dan semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Kita perlu harus ketahui bahwa tuntutan reformasi antara lain demokratisasi, supremasi hukum, menjunjung HAM/hak asasi manusia.

Dan sejak itu pula didalam pemerintahan yang baru selanjutnya disusul lahirnya berbagai kebijakan/aturan yang menyesuaikan dengan tuntutan reformasi tersebut.

Itu juga termasuk ketentuan yang mengatur media dan komunikasi semakin memiliki kemerdekaan atau kebebasan dalam melakukan fungsi dalam peranannya.

Gerakan Reformasi menjadi era baru bagi sejarah Indonesia. Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto turun dari jabatannya. Setelah lebih dari tiga dekade, rezim otoriter Orde Baru miliknya akhirnya digantikan dengan Reformasi yang lebih terbuka dan liberal.

Untuk mengenang 21 tahun sejak sejarah negeri ini dalam berdirinya Reformasi, berikut fakta-fakta menarik yang perlu kamu ingat.

Sudah 32 Tahun Presiden Soeharto berkuasa dan pada akhirnya mundur dari iya mengundurkan diri dari kekuasaannya pada 21 mei 1998 dan pada pukul 09.00 Soeharto membacakan pidato tentang penggundururanya yang dibacakan di Istana Merdeka.

Beberapa alasan utama Soeharto mundur karena melihat perkembangan situasi nasional, tuntutan rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang dan segala permintaan pergantian kepemimpinan nasional.

Dan Soeharto memutuskan berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia terhitung pada hari kamis, 21 Mei 1998 iya pun juga menyerahkan kekuasaan pada Wakil Presiden BJ Habibi sesuai pasal UUD 8 1945.

Dan dari sejarah gerakan tersebut agar kawan2 generasi masa kini belajar dari sebuah proses perjuangan menuju kemenangan dengan ide-ide saling bahu membahu membangun kekuatan agar mampu membangunkan energi-energi dimasyarakat apalagi kita sedang menghadapi sebuah tantangan ekonomi ditengah masyarakat saat wabah corona virus (covid19 ).

Tentunya negeri ini sangat membutuhkan semangat-semangat berkobar di gerakan era reformasi tersebut untuk menghadapi pandemi ini.

Apalagi masyarakat benar-benar sangat mengharapkan tindakan-tindakan kolektif serta kekompakan seperti di era tersebut dilingkup daerah mereka masing-masing.

Tentunya ditengah situasi saat ini harus ada generasi-generasi baru untuk meneruskan semangat di generasi era reformasi tersebut.

Karena negara belum tentu mampu menghadapi keadaan seperti ini tanpa gerakan-gerakan yang menggebu-gebu seperti gerakan reformasi dimasa lalu yang penuh dengan kekompakan dan antusias pemuda dan masyarakat yang begitu berkobar.

Sudah saatnya pemuda dan masyarakat bangkit dan kembali menunjukkan kekompakan mewujudkan cita-cita bersama bahwa negara ini adalah bangsa yang kuat.

Kita harus kembali bersatu seperti di era Orde Baru tersebut karena selama ini kita terlalu sibuk dengan urusan isu yang memecah belah kesatuan negeri ini kita harus fokus kembali bersatu agar negara ini tetap utuh dan harus menjadi negara yang maju tinggalkan perdebatan sekarang saatnya kita kembali bersatu.

Semoga dari pergerakan reformasi tersebut para generasi masa kini kembali menyalakan api semangat dan kembali meneruskan perjuangan dan mengawal rakyat di saat situasi negara pada saat ini yang sedang menghadapi pandemi virus corona (covid19) agar cepat usai dan juga mampu membantu memperjuangkan ekonomi masyarakat agar tidak semakin terpuruk.

Penulis: M Rizki Damanhuri

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top