Seren Taun 2018: Hidup Berdampingan Dalam Kebhinekaan – strategi.id
Budaya

Seren Taun 2018: Hidup Berdampingan Dalam Kebhinekaan

Strategi.id - Seren Taun 2018: Hiidup Berdampingan Dalam Kebhinekaan

Strategi.id – Setelah berlangsung selama 5 hari (29/8)-(3/9/2018) atau 18-22 Rayagung 1951s, Masyarakat Adat Cigugur, Kuningan, Jawa Barat merayakan Puncak Peringatan Seren Taun 2018.

Acara puncak (3/9/2018) diawali dengan pagelaran adat Sunda khususnya Desa Cigugur. Beberapa simbol adat seperti Macan Siliwangi, Burung Garuda dan sebagainya ditampilkan. Simbol-simbol tersebut menekankan bahwa Penduduk Adat Desa Cigugur siap menegakan Pancasila.

Ketua Panitia Seren Taun 2018 Ratu Dewi Kanti dalam sambutannya pada Perayaan Puncak Seren Taun 2018 mengatakan suatu kehormatan penduduk Adat Cigugur bisa merayakan Seren Taun.

Dewi juga menjelaskan “Upacara adat ini rasa syukur, sebetulnya memiliki keunikan. Merayakan pergantian tahun, dengan puncaknya merayakan keberagaman”.

Dewi menambahkan Paseban Tri Panca Tinggal, CIGUGUR tempat acara Puncak Seren Taun 2018, mewariskan kepada masyarakat Cigugur untuk memelihara dan melestarikan budaya leluhurnya.

“Mempertahankan jati diri bangsa adalah keniscayaan” tegas Dewi di hadapan tamu undangan Acara Puncak Seren Taun 2018.

Dewi mengajak seluruh masyarakat Adat Sunda Cigugur untuk membangunkan spirit dari tanah Sunda. Spirit cinta kasih serta menghargai sesama anak bangsa.

Senada dengan Dewi. Aktivis FKSMJ ’98 juga Pengamat Kebijakan Pemerintah,Sarbini yang juga hadir dalam acara tersebut menegaskan kebhinekaan adalah fondasi kebangsaan yang harus dijaga.

“Upacara seren taun ini mengingatkan kembali kepada kita untuk menjaga kebhinekaan sebagai fondasi dalam hidup berbangsa dan bernegara”. Ujar Sarbini di Paseban Tri Panca Tinggal.

Masyarakat Cigugur bisa hidup berdampingan dalam suasana persaudaraan, walaupun sudah banyak yang meninggalkan agama leluhurnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top