Siapa Sajakah Direksi dan Komisaris Waskita Karya Terbaru, Benarkah Ada Loyalis Jokowi Disana? - strategi.id
BUMN

Siapa Sajakah Direksi dan Komisaris Waskita Karya Terbaru, Benarkah Ada Loyalis Jokowi Disana?

Strategi.id - Siapa Sajakah Direksi dan Komisaris Waskita Karya Terbaru, Benarkah Ada Loyalis Jokowi Disana?

Strategi.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merombak jajaran komisaris dan direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk pada Jumat (05/06/20).

Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang disampaikan manajeman Waskita Karya di Jakarta, Jumat (05/06/2020), dipaparkan susunan pengurus Waskita Karya menjadi, Destiawan Soewardjono sebagai Direktur Utama.

Destiawan merupakan wajah lama di BUMN karya. Sebelum berlabuh di Waskita, dirinya sempat menjabat sebagai salah satu direktur di Wika, tepatnya Direktur Operasi III.

Ia telah bergabung dengan perusahaan konstruksi itu semenjak 1988.
Di Wika, jebolan Teknik Sipil Unbraw ini sudah menjabat beberapa posisi strategis antara lain Manajer Proyek East West Motorway – Aljazair Wika, GM Departemen Luar Negeri di Wika, dan Komisaris Utama PT Wika Beton Tbk.

Kemudian, Taufik Hendra Kusuma sebagai Direktur Keuangan, Hadjar Seti Adji (Direktur Human Capital Management dan Pengembangan Sistem), Ferry Hendriyanto (Direktur Pengembangan Bisnis dan Quality, Safety, Health dan Environment).

Lalu, Didiet Oemar Prihadi (Direktur Operasi 1), Bambang Rianto (Direktur Operasi 2), dan Gunadi sebagai Direktur Operasi 3.

Di jajaran Komisaris, RUPST menyepakati untuk menunjuk Badrodin Haiti sebagai Komisaris Utama/Independen.

Jenderal bintang empat ini sempat menjabat sebagai Kapolri.

Badrodin Haiti, pria kelahiran Jawa Timur, 24 Juli 1958 yang kini sudah pensiun dari polisi.

Karier Badrodin Haiti di kepolisian memang moncer.Setelah menjadi lulusan terbaik Akpol 1982, ia pun sempat menduduki jabatan sebagai Kapolda.Mulai dari Kapolda Banten, Sulawesi Tengah, hingga Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Sebelum ditaril ke Mabes lalu menjadi Wakapolri hingga Plt Kapolri.Pada tanggal 16 Januari 2015 hingga 17 April 2015, Badrodin ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kapolri yang melaksanakan tugas sehari-hari Kapolri hingga pelantikan Kapolri definitif dilaksanakan

Salah satu perubahannya, Juru bicara Presiden Joko Widodo pada Kabinet Indonesia Maju, M Fadjroel Rachman diangkat sebagai komisari yang beberapa hari sebelumnya masih berstatus Komisaris Utama di PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Sebelum masuk menjadi pendukung Jokowi, Fadjroel sempat malang melintang menjadi aktivis, termasuk sebagai aktivis 1998 (aktivis 98) yang sudah aktif menjadi aktivis mahasiswa di era 80 an akhir dengan terlibat dalam demonstrasi menuntut penurunan Presiden Soeharto.

Saat masih berstatus mahasiswa di ITB, dirinya aktif terlibat di berbagai organasasi kampus antara lain Komite Pembelaan Mahasiswa (KPM) ITB, Kelompok Sepuluh Bandung, dan Badan Koordinasi Unit Aktivitas (BKUA) ITB.

Di era Orde Baru, Fadjroel sempat mendekam di Nusa Kambangan sebagai tahanan politik

Lalu ada Viktor Sirait Ketum Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) yang menempati posisi sebagai komisaris independen. Keduanya selama ini dikenal sebagai loyalis yang aktif mendukung Presiden Joko Widodo selama kontestasi Pilpres.

Selain Fadjroel Rachman dan Viktor S Sirait, posisi komisaris lainnya dijabat oleh mantan Kapolri Badrodin Haiti (komisaris utama), Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Kemenkeu Robert Marbun (komisaris), Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga (komisaris).

Lalu Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung Bambang Setyo Wahyudi (komisaris independen), dan dosen Prof Muradi (komisaris independen) yang merupakan Aktivis 98 dari Bandung yang saat ini menjadi Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjdjaran dan Dosen Sarjana & Pascasarjana Politik dan Pemerintahan, FISIP UNPAD, Bandung.

Berikut Susunan Lengkap Direksi dan Komisaris Waskita Karya sebagai berikut:

Komisaris Utama/Independen : Badrodin Haiti
Komisaris : Danis H. Sumadilaga
Komisaris : M Fadjroel Rachman
Komisaris : Robert Leonard Marbun
Komisaris Independen : Bambang Setyo Wahyudi
Komisaris Independen : Prof Muradi
Komisaris Independen : Viktor S. Sirait

Jajaran direksi baru Waskita Karya: 

Direktur Utama : Destiawan Soewardjono
Direktur Keuangan : Taufik Hendra Kusuma
Direktur Human Capital Management dan Pengembangan Sistem : Hadjar Seti Adji
Direktur Pengembangan Bisnis dan Quality, Safety, Health dan Environment : Ferry Hendriyanto
Direktur Operasi 1 : Didiet Oemar Prihadi
Direktur Operasi 2 : Bambang Rianto
Direktur Operasi 3 : Gunadi

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Waskita Karya juga menyepakati untuk membagikan dividen sebesar Rp46 miliar. Dengan demikian, dividen per lembar yang diperoleh oleh pemegang saham sebesar Rp3,4557.

Pada tahun buku 2019 perseroan, berhasil mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp31,39 triliun dan laba bersih yang dicapai sebanyak Rp1,03 triliun. Kemudian total aset sebesar Rp122,59 triliun, total liabilitas Rp93,47 triliun, total ekuitas Rp29,12 triliun, dan nilai kontrak baru sebanyak Rp26,08 triliun.

“Dengan tambahan nilai kontrak baru tersebut serta adanya sisa nilai kontrak sebesar Rp62,02 triliun, maka total kontrak yang dikelola oleh Waskita Karya pada tahun 2019 sebesar Rp88,10 triliun,” kata President Director Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra dalam pers rilis yang diterima rekan media, Jumat, 5 Juni 2020.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top