Sinergi Virtual Police dengan Gagasan Mimbar Sopan; Upaya Memerangi Konten Hoaks dan Perundungan Siber Ancam Persatuan Bangsa - strategi.id
Dialektika

Sinergi Virtual Police dengan Gagasan Mimbar Sopan; Upaya Memerangi Konten Hoaks dan Perundungan Siber Ancam Persatuan Bangsa

Strategi.id - Sinergi Virtual Police dengan Gagasan Mimbar Sopan; Upaya Memerangi Konten Hoaks dan Perundungan Siber Ancam Persatuan Bangsa

Strategi.id – Bertepatan dengan peringatan Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021, Presiden Republik Indonesia Joko(wi) Widodo menyebutkan konten hoaks dan perundungan siber ancam persatuan Bangsa Indonesia. Perkembangan pesat teknologi informasi (TI) yang terjadi selama dua dekade terakhir mampu dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan manusia dan efektifitas. Namun tidak jarang TI dimanfaatkan untuk hal-hal negatif yang cenderung merusak, antara lain penyebaran hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual anak di bawah umur, perundungan siber juga penyebaran paham radikal terorisme.

Konten hoaks dan perundungan siber bisa diposisikan sebagai salah satu ancaman moderen yang dihadapi Bangsa Indonesia pada Abad ke-21. Ancaman itu menganggu keamanan dan ketertiban, serta berpotensi mengacaukan pertahanan nasional karena mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Perlu ada antisipasi dini untuk menghadapi ancaman yang telah disebutkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia itu. Diperlukan partisipasi seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menghadapi salah satu ancaman Abad ke-21 ini.

Masyarakat perlu ditingkatkan kecakapan dalam menghadapi perkembangan TI dan digital. Kecakapan tersebut akan menjadi bekal bagi masyarakat dalam memanfaatkan perkembangan TI dan digitalisasi dalam segala aspek kehidupan. Selain itu, peningkatan kesadaran literasi digital juga penting untuk dibangun di kalangan masyarakat. Kesadaran literasi digital inilah yang kemudian bisa menjadi banteng untuk membendung sekaligus memerangi konten hoaks dan perundungan siber.

Selain masyarakat, institusi pemerintahan pun harus turut serta dalam berperang melawan konten hoaks dan perundungan siber. Jika diijinkan mengutarakan gagasan atau wacana, diperlukan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sis Hankamrata) Abad ke-21 untuk menghadapi kedua ancaman tersebut. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sudah pasti melakukan upaya-upaya untuk menghadapi dua ancaman yang mengancam persatuan bangsa. Selain kemenkominfo, dua institusi lain turut berupaya memerangi konten hoaks dan perundungan siber.

Dalam penegakan hukum, kemanan dan menertibkan dunia siber Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meluncurkan virtual police (vp)/ polisi virtual pada Februari 2021. Sampai 10 Mei 2021 yang juga bertepatan dengan 100 hari kerja Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo, VP telah memberikan peringatan kepada 472 konten bermuatan ujaran kebencian di media sosial. VP merupakan terobosan yang bagus sebagai upaya meningkatkan kesadaran literasi digital serta menjaga keaman dan ketertiban di dunia maya.
Perlu ada peningkatkan peran dan fungsi dari VP agar bisa berperan lebih dalam memerangi konten hoaks dan perundunga siber. VP juga perlu bersinergi dengan gagasan Mimbar Sopan yang tengah digagas oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Mimbar Sopan merupakan upaya persuasuf dan soft power dalam memerangi konten-konten yang bernada ujaran kebencian serta perundungan siber.

Sinergi dari VP dengan Mimbar Sopan merupakan kekuatan dalam memerangi konten hoaks dan perundungan siber yang mengancam persatuan Bangsa Indonesia. Sinergi dari institusi lain dengan program dan gagasan yang dirancang sebagai upaya memerangi konten hoaks dan perundungan siber juga diperlukan.

Pemerintah bersama seluruh element masyarakat perlu bersinergi serta bergotong royong untuk menghadapi ancaman konten hoaks dan perundungan siber. Bisa saja sinergi tersebut menjadi wacana Sis Hankamrata Abad ke-21.

Penulis Oleh: Amos Sury’el Tauruy (Pemerhati Ekopolin dan Sosial).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top