Sinergitas Rakyat, TNI dan Polri: Gotong Royong Menjamin Keamanan Nasional, Wujudkan Kesejahteraan Rakyat - strategi.id
Dialektika

Sinergitas Rakyat, TNI dan Polri: Gotong Royong Menjamin Keamanan Nasional, Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Strategi.id – Pembangunan nasional yang merata dan berkeadilan hanya bisa terwujud apabila stabilitas keamanan dan pertahanan terjaga. Dalam konteks negara Pancasila, keamanan dan pertahanan negara merupaka tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. TNI dan Polri sebagai kekuatan utama, serta rakyat sebagai kekuatan pendukung. Hal itu tertulis jelas di dalam konstitusi Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945 pasal 30.

TNI, Polri dan rakyat harus saling bersinergi membangun soliditas dalam usaha-usaha menjaga stabilitas keamanan dan pertahanan negara. Tentu dalam usaha-usaha tersebut, perlu membangun komuminkasi lintas sektoral dan lintas birokratis. Jalinan komunikasi itu coba dibangun oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo. Belum genap seminggu dilantik, Jendral Sigit berupaya membangun komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan Islam besar yang ada di Indonesia, antara lain Nadhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, serta Rabithah Alawiyah selama tiga hari berturut-turut usai dilantik.

Pada hari keempat, Minggu (31/01/21) giliran Keluarga Besar TNI yang dikunjungi mantan Kabareskrim itu. Kunjungan pertama kali setelah dilantik dan resmi menjabat sebagai Kapolri itu juga merupakan upaya komunikasi yang dilakukan dalam rangka memperkuat sinergitas dan soliditas antara TNI dan Polri. Sebelum menjalin komunikasi ke tiga ormas Islam serta Keluarga Besar TNI, Kapolri tentunya telah membangun soliditas di internal institusi Polri.

Hal itu bisa terlihat dengan dukungan dari internal Polri dalam upaya capaian program 100 hari kerja Kapolri yang telah dirancang dan tengah dijalankan oleh Kabaharkam Polri beserta jajarannya. Tentunya upaya-upaya yang dilakukan Kapolri beserta jajaran, merupakan rangkaian upaya untuk menciptakan tranformasi kepolisian menuju Polri yang PRESISI. Menghadirkan wajah baru Polri dengan melaksanakan konsep PRESISI dengan penekanan pada upaya pemolisian yang prediktif, diharapkan bisa menciptakan keteraturan sosial di tengah masyarakat. Keteraturan sosial itu tentunya akan mampu menjaga stabilitas keamanan nasional yang mendukung pada program pembangunan nasional.

Hal itu dalam rangka mendukung point kedua dari 8 (delapan) komitmen Kapolri, yakni menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan nasional. Gotong Royong yang merupakan esensi dari nilai-nilai Pancasila diperlukan untuk mewujudkan stabilitas keamanan nasional. TNI dan Polri merupakan salah satu modal utama dalam Pembangunan Nasional untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur dan sejahterah sesuai dengan cita-cita Indonesia Merdeka.

Penulis Oleh: Amos Tauruy, (Analis Penelitian dan Pengembangan Subdit. Standardisasi Materi dan Metode TNI-Polri BPIP).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top