Solidaritas Dan Dukungan Untuk Meiliana Terus Mengalir – strategi.id
Nusantara

Solidaritas Dan Dukungan Untuk Meiliana Terus Mengalir

Deklarasi Dukungan Dan Solidaritas Terhadap Meiliana

strategi.id – Pada 21 Agustus 2018, pengadilan menvonis Meiliana 18 bulan penjara dengan pasal penodaan agama. Ucapan Meliana kepada tetangganya tentang suara Masjid yang kini makin kencang berkembang.

Hal ini memicu kemarahan sekelompok orang yang berujung pada perusakan rumah tinggal, wihara, dan persekusi terhadap Meliana.

Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman penjara kepada Meliana berdasarkan Kitab Umum Hukum Pidana (KUHP) Pasal 156a tentang penodaan agama.

Kasus yang menimpa Meliana menunjukan bahwa pasal penodaan agama yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia dapat dipakai untuk mengekang kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Atas dasar keprihatinan bersama akan kasus yang menimpa Meliana beberapa organisasi yang di antaranya adalah Amnesty International Indonesia,Gerakan Indonesia Kita (GITA), Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum APIK (LBH APIK).

Gabungan beberapa organisasi tersebut berpandangan bahwa asus yang menimpa Meliana menunjukan bahwa pasal penodaan agama yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia dapat dipakai untuk mengekang kebebasan berekspresi dan berpendapat.

Aksi Deklarasi menuntut penegakkan hukum kasus Meliana, seorang Ibu rumah tangga di Tanjung Balai yang dipenjara karena mengungkapkan pendapatnya secara damai dan kemudian dianggap melakukan penistaan agama diadakan di Taman Aspirasi Monas kemarin petang.

Menurut Haeril, Juru Bicara Amnesty International Indonesia pagi tadi tujuan acara kemarin adalah untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kebebasan berekspresi di Indonesia dari ancaman regulasi yang memiliki pasal karet seperti UU penodaan agama.

“Mengemukakan pendapat secara damai tanpa kekerasan merupakan hak asasi dan tidak bisa dipidana.
Harapannya adalah agar otoritas di Indonesia mendengar suara publik untuk membebaskan Meliana dan org2 lainnya yang dijerat dengan pasal penodaan”. pungkas hairil pada wartawan.

“Harapan lainnya adalah majelis hakim di pengadilan tinggi yg akan menyidangkan permohonan banding untuk mendengar aspirasi publik.”,tambah Haeril.

Deklarasi ini juga dimeriahkan penampilan dari Melanie Soebono, Jason Ranti, Ananda Badudu, Ari Kriting dan beberapa musisi yang turut serta mendukung penghapusan Undang-Undang Penistaan Agama dan menuntut pembebasan Meliana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top