Infrastruktur

Sri Mulyani : Pemerintah Harus Intervensi Agar Green Infrastructure Berkembang

strategi.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) dan istri pendiri Microsoft Melinda Gates (kanan) dengan moderator presenter televisi Ali Aslan (kiri) menjadi panelis pada sesi Pathways to Prosperity dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Dalam paparannya Sri Mulyani juga mengajak para delegasi untuk turut mempromosikan pariwisata pulau Bali ke pasar internasional. ICom/AM IMF - WBG/ (foto : Anis Efizudin/wsj/2018./infopublik.id)
strategi.id -Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) dan istri pendiri Microsoft Melinda Gates (kanan) dengan moderator presenter televisi Ali Aslan (kiri) menjadi panelis pada sesi Pathways to Prosperity dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Dalam paparannya Sri Mulyani juga mengajak para delegasi untuk turut mempromosikan pariwisata pulau Bali ke pasar internasional. ICom/AM IMF - WBG/ (foto :Anis Efizudin/wsj/2018/ infopublik.id )

Strategi.id – Proyek-proyek green infrastructure perlu lebih dipasarkan dengan imbal hasil yang bersaing serta risiko minimal agar dapat  memikat para investor swasta. Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (Menkeu) dalam sambutan di acara Seminar Japan Bank of International Cooperation (JBIC) “How to Mobilize Private Investment for Green Infrastructure Promoting Intraregional Connectivity” yang merupakan rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WBG Bali 2018 ,Nusa Dua-Bali, (11/10/18).

Menkeu menyayangkan pasar potensial untuk proyek green investments masih sangat kecil dan kurang beragam. Green infrastructure juga membutuhkan investasi di depan, dan baru memberikan hasil dalam jangka panjang, kemudian juga kerap berisiko terkait ketidakpastian regulasi, ekonomi dan perkembangan teknologi. Green infrastructure adalah proyek infrastruktur yang pada tahap perencanaan dan pembangunannya memperhatikan aspek konsep penataan ruang yang mengaplikasikan infrastruktur ramah lingkungan.

“Pemerintah harus melakukan intervensi agar green financing dan green infrastructure dapat terus berkembang. Kita perlu mengoreksi pasar bebas yang cenderung tidak memperhitungkan dampak proyek yang tidak ramah lingkungan,” jelas Menkeu.

Menkeu menambahkan bahwa, Pemerintah telah berkomitmen untuk anggaran pembangunan infrastruktur senilai 400 milyar dollar AS pada kurun 2015-2019. Khusus untuk anggaran 2019, pemerintah telah mengalokasikan sebesar 26,67 milyar dollar AS untuk infrastruktur, lebih besar dari alokasi anggaran 2018. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi ekonom, dan menurunkan kesenjangan antar daerah.

“Saya percaya, bahwa tidak ada satu model green financing yang berhasil untuk semua negara. Kebijakan dan pilihan investasi harus sesuai dengan masing-masing kondisi negara, dalam suatu strategi yang komprehensif. Dalam hal ini saya menyambut pembiayaan inovatif yang akan membuka kesempatan bagi green infrastructure, yang tentunya akan membawa banyak manfaat kedepan,” kata Menkeu.

Acara seminar JBIC ini juga menghadirkan pembicara Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masafumi Ishii, Gubernur JBIC, Tadashi Maeda, dan 200 peserta dari  ADB, Astra Infra, OPIC dan perusahaan-perusahaan Jepang.

Menkeu memaparkan juga, bahwa JBIC telah menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dan selama ini melakukan bantuan teknis dalam bidang pembiayaan infrastruktur. JBIC telah berkontribusi dalam pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia untuk mendukung konstruksi pembangkit energi, rel kereta dan jalan tol.

Pada 2016, JBIC telah memberikan pinjaman langsung ke beberapa BUMN sejumlah 310 juta dollar AS tanpa jaminan pemerintah. Pada 2017, JBIC juga telah berkomitmen memberikan 3,7 milyar dollar AS ke Indonesia. Menurutnya, Angka ini menunjukkan komitmen tinggi JBIC dalam bekerjasama dengan pemerintah, BUMN dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan Indonesia.

Berikan Komentar

Berikan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =

Atas