Sri Mulyani: Utang Bukan Najis – strategi.id
Nusantara

Sri Mulyani: Utang Bukan Najis

Sri Mulyani: Utang Bukan Najis
Sri Mulyani: Utang Bukan Najis

Strategi.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta masyarakat tidak menganggap penarikan dan penggunaan utang oleh pemerintah untuk menjalankan pembangunan sebagai suatu hal yang salah. Pernyataan ini diungkap karena utang menjadi isu yang kerap dibahas dan dipertanyakan oleh banyak pihak menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir ketika pemerintah menggunakan utang. Sebab, pemerintah selalu berhati-hati dalam mengelola utang. Selain itu, utang juga bukan suatu yang salah dari sudut pandang ekonomi maupun agama. “Utang itu bukan sesuatu yang najis. Di dalam agama pun, utang itu tidak salah asal bisa dikelola dengan baik dan berhati-hati,” ujarnya di Jakarta, Rabu (23/1/19).

Baca Juga : The Banker: Sri Mulyani Finance Minister of the Year 2019

Karena bukan najis, Sri Mulyani mengatakan banyak pembangunan di sektor keagamaan yang dilakukan dengan menggunakan utang, seperti pembangunan pesantren, masjid, pusat kajian keagamaan, dan lainnya. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, setidaknya ada 54 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang dibangun dengan utang berbentuk Surat Berharga Negara Syariah (SBSN). 

Nilainya utang yang dihimpun dengan menggunakan instrumen tersebut mencapai Rp3,53 triliun. “Semua itu juga dibangun dengan utang kok. Cuma mungkin saya sebutnya Surat Berharga Negara Syariah (SBSN) ya, kalau sebutnya surat utang, itu kayaknya agak kaget orang,” celetuknya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan masyarakat tak perlu khawatir dengan utang karena tidak hanya penggunaannya yang diperhatikan, namun juga pengelolaannya. Misalnya, pemerintah senantiasa menjaga rasio penggunaan utang agar hanya sekitar 30 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca Juga : Sri Mulyani Jawab Tudingan ‘Goblok’ ke Jokowi soal Freeport

“Ini selalu kami bicarakan dengan transparan, bukan ujug-ujug, dan tidak ugal-ugalan. Banyak negara lain yang lebih besar rasionya,” imbuh dia.

Data Kementerian Keuangan total utang pemerintah sampai dengan Juli kemarin mencapai Rp4.418,3 triliun. Jumlah itu meningkat 10,5 persen atau Rp423 triliun dari Rp3.995,25 triliun pada 2017.  Utang pemerintah terdiri dari surat berharga negara (SBN) mencapai Rp3.621,69 triliun dan pinjaman Rp805,62 triliun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top