Strategi Jual Beli Serangan Antara Prabowo dan Jokowi - strategi.id
Nusantara

Strategi Jual Beli Serangan Antara Prabowo dan Jokowi

Strategi.id- Debat calon presiden kedua yang dilaksanakan Minggu (17/2/19) malam akhirnya selesai. Dalam debat yang mengangkat masalah pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan tersebut, Calon Presiden Prabowo Subianto  banyak mendaratkan pukulan keras kepada pesaingnya pertahana Jokowi.

Pukulan pertama berkaitan dengan impor. Dalam debat tersebut Prabowo menghajar kebijakan impor pangan yang ditempuh Jokowi selama menjabat presiden. 

Baca Juga : Kuncian Maut Jokowi Soal Lahan Ratusan Ribu Hektar Prabowo

Prabowo dalam debat bertanya kepada Jokowi soal tekad dia untuk menekan impor dan mewujudkan swasembada pangan dalam tiga tahun. Tapi kata Prabowo, dalam empat tahun tekad tersebut belum diwujudkan Jokowi.

Pemerintahan Jokowi tercatat masih membuka keran impor untuk banyak komoditas pangan. Paling terlihat jelas adalah beras. Pada 2018 kemarin, pemerintahan Jokowi masih membuka keran impor beras sebanyak 2 juta ton.

Untuk membalas serangan Import beras dan bertahan atas pukulan Prabowo tersebut pengamat Kebijakan Publik Sarbini mengatakan bahwa Untuk masalah impor bahan pangan misalnya, Jokowi berhasil menyajikan data kepada masyarakat bahwa walaupun belum berhasil di tekan 100 persen, impor bisa ditekan besar.

Untuk jagung, impor saat ini tinggal tersisa 180 ribu ton, turun 3,3 juta ton jika dibandingkan dengan saat awal ia menjabat yang masih 3,5 juta ton.

Selain itu Jokowi juga menjelaskan realitas masalah yang dihadapi dalam membendung impor dengan baik. Realitas tersebut terjadi pada impor beras. Saat debat Jokowi berhasil menjelaskan dasar impor beras masih dilakukan walaupun produksi beras nasional sudah berhasil mencapai 33 juta ton atau melebihi konsumsi yang hanya 29 juta ton. 

Jokowi dalam debat menjelaskan impor ditempuh demi menjaga ketersediaan stok, stabilisasi harga dan cadangan beras.

Pukulan kedua Prabowo adalah ketika pertanyaan berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

Prabowo menghargai kinerja cepat Jokowi dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur. Cuman katanya, pembangunan infrastruktur era Jokowi banyak mengandung kesalahan.

Pembangunan infrastruktur dilakukan Jokowi dan timnya tanpa perencanaan dan studi kelayakan yang matang. Masalah tersebut mengakibatkan infrastruktur kurang efisien dan berbiaya besar.

Kekurangan perhitungan tersebut kata Prabowo telah membuat utang pemerintah dan BUMN membengkak.

Untuk membalas pukulan Prabowo Jokowi menurut Sarbini yang juga mantan aktivid FKSMJ’98 mengatakan Calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengaku dalam 4 tahun terakhir sudah banyak membangun infrastruktur. Hal itu yang akan terus dikerjakan demi konektivitas antarprovinsi dan pulau.

Jokowi menyangkal pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menilai pembangunan tidak efisien dan terburu-buru. Menurut Jokowi, pembangunan infrastruktur sudah direncanakan sejak lama.

Serangan berikutnya Prabowo adalah mengenai dengan penegakan hukum terhadap perusahaan perusak lingkungan. Menurut Sarbini , Prabowo tanpa data yang rinci menghajar Jokowi dengan menyebut penegakan hukum yang dilaksanakan pemerintahan Jokowi terhadap perusahaan perusak lingkungan rendah.

“Di banyak tempat, puluhan perusahaan besar melanggar, membuang limbah, tidak mau membayar pajak dan berkongkalikong dengan pejabat supaya lolos dari kewajibannya,” kata Prabowo dalam debat calon presiden kedua di Jakarta, Minggu (17/2/19).

Jokowi pun dapat menagkis serangan mengenai tuduhan penegakan hukum di bidang lingkungan, Jokowi berhasil menyuguhkan data soal perusahaan perusak lingkungan yang diberi sanksi denda Rp18,3 triliun.

Pukuluan telak Prabowo yang terakir yang dapat dibalikan menjadi serangan ‘KO” Jokowi kepada lawan debatnya adalah ketika bahasan soal program pembagian sertifikat gratis yang dilakukannya, Jokowi berhasil menyerang balik Prabowo. Prabowo menyebut kebijakan pembagian sertifikat yang dijalankan Jokowi hanya untuk meraih popularitas semata.

Prabowo menyebut program tersebut tidak akan mengatasi masalah pertanahan karena ke depan lahan akan semakin berkurang akibat penambahan jumlah penduduk Indonesia.

Mendapat serangan tersebut, Jokowi melancarkan serangan balik mematikan yang hanya bisa diamini oleh lawan debatnya. Jokowi menilai lahan berkurang karena banyak dikuasai segelintir orang. Salah satu yang ia sebut menguasai adalah Prabowo Subianto sendiri.

Baca Juga : Terdengar Ledakan ditempat Nobar Capres, Kapolda: Itu Dari Petasan

Data yang dimilikinya, Prabowo memiliki lahan seluas 220 hektare di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah sebanyak 120 ribu hektare yang kemudian diakui Prabowo penguasaannya berstatus hak guna usaha (HGU).

Sabbini menilai Prabowo selalu mengeluarkan tuduhan dan klaim atas keburukan yang dilakukan Jokowi selama memerintah tanpa didasari data yang jelas valid dan akurat hal tersebut membuat semua tuduhan yang dikeluarkannya mudah dipatahkan.

“Jokowi memang cukup bagus dalam membalas serangan yang dilancarkan secara bertubi tubi, klaim dan tuduhan seperti itu memang selayaknya memang harus dilawan dengan data,”  ujar Sarbini yang pernah berperan sebagai deklarator pertemuan Ciganjur kepada strategi.id.


Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top