Strategi Pemerintah Menghadapi Depresiasi Rupiah Terhadap Dollar – strategi.id
Nusantara

Strategi Pemerintah Menghadapi Depresiasi Rupiah Terhadap Dollar

Utang BUMN

Strategi.id – Kondisi nilai tukar rupiah terus tergerus terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) telah menembus angka Rp 15.029, pada Selasa (4/9/2018) malam.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan kemarin, Senin (3/9/2018), menurut Bloomberg, Rupiah melemah ke posisi Rp 14.815 per Dolar AS.

Bloomberg mengestimasi, hari ini kurs rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.780 hingga Rp 14.845 per Dolar AS.

DPR menuding pemerintah selalu mengkambing hitamkan kondisi ekonomi global yang bergejolak sebagai penyebab pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Adapun gejolak ekonomi global yang saat ini terjadi adalah kebijakan-kebijakan baru Presiden AS Donald Trump serta perang dagang yang terjadi antara AS dengan China.

Menjawab tudingan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, depresiasi yang melanda rupiah memang diakibatkan oleh sentimen eksternal. Selain itu, anjloknya rupiah juga sebagai imbas dari krisis yang terjadi beberapa negara yaitu Turki dan Argentina.

“Kami mohon maaf permintaan kedua, di mana pemerintah selalu menyampaikan kondisi negara lain, faktanya memang begitu,” kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Selasa (4/9/2018).

Dia menegaskan, pemerintah tidak berdiam diri saja dengan kondisi tersebut. Untuk melindungi fundamental ekonomi domestik pemerintah telah mengambil beberapa keputusan yang cukup berani.

Salah satunya adalah upaya menyelamatkan defisit neraca perdagangan dengan cara mengurangi impor agar rupiah bisa kembali terdongkrak.

Adapun kebijakan tersebut berupa penyesuaian tarif pajak penghasilan (PPh) impor untuk 900 komoditas impor. Aturan akan segera diterbitkan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK). “Besok pagi akan lakukan penerbitan PMK dalam rangka atur impor barang konsumsi,” ujar dia.

Dia berharap dengan dikeluarkannya  PMK tersebut dapat mengurangi celah antara impor dan ekspor yang saat ini cukup jauh. Selain itu, kebijakan tersebut juga bertujuan menjaga kekuatan cadangan devisa Indonesia agar stabilitas rupiah tetap terjaga.

“Kita akan terus jaga kebutuhan devisa dalam negeri tetap bisa dipenuhi, sheingga sektor usaha yang masih membutuhkan barang barang bahan baku dan batang modal tertentu bisa dijaga,” kata dia.

Tidak hanya itu saja, Sri Mulyani juga mengungkapkan saat ini pemerintah tengah mengkaji ulang beberapa proyek infrstruktur dengan bahan baku impor yang pengerjaanya bisa ditunda hingga kondisi rupiah stabil.

“Kita telah menseleksi proyek-proyek yang nanti akan disampaikan oleh menteri terkait apa yang bisa ditunda. Yang belum melakukan financial closing jadi permintaan devisa bisa dikembalikan,” kata dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top