Strategi PSI Lawan Intoleransi di Indonesia - strategi.id
Nusantara

Strategi PSI Lawan Intoleransi di Indonesia

Strategi PSI Lawan Intoleransi di Indonesia
Strategi PSI Lawan Intoleransi di Indonesia

Strategi.id – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyampaikan tiga agenda PSI untuk melawan intoleransi di dalam negeri.

Hal ini disampaikannya dalam pidato politik berjudul Musuh Utama Persatuan Indonesia, di Festival 11 Yogyakarta yang bertempat di Graha Pradipta Jogja Expo Center pada Senin (11/2/19). Acara dihadiri oleh pengurus, kader, dan simpatisan PSI.

Dia menuturkan, PSI akan menjadi sayap politik kaum nasionalis, kaum moderat yang ingin mengembalikan toleransi di negeri ini.

Baca Juga : Profil Grace Natalie, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia

“Pertama, di tingkat nasional PSI akan mendorong deregulasi aturan mengenai pendirian rumah ibadah. PSI akan mendorong penghapusan Peraturan Bersama Menteri Mengenai Pendirian Rumah Ibadah,” ucap Grace dalam keterangannya, Selasa (12/2/19).

Dia menjelaskan, Peraturan Bersama Menteri mengenai Pendirian Rumah Ibadah, pada praktiknya dapat membatasi prinsip kebebasan beragama. Menurutnya, aturan ini malah sering disalahgunakan untuk membatasi bahkan mencabut hak konstitusional dalam hal kebebasan beribadah.

“Karena itu PSI percaya bahwa kampanye toleransi juga harus diwujudkan dalam bentuk gerakan parlementer. Salah satunya adalah untuk menghapus peraturan tersebut melalui lembaga perwakilan nantinya,”ungkap Grace.

Baca Juga : Hotman Paris : Ada Pimpinan Partai Penikmat Prostitusi Online

Yang kedua, PSI akan mencegah lahirnya undang-undang atau peraturan daerah diskriminatif.

“Perda yang bersifat diskriminatif harus segera dicegah karena bertentangan dengan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Grace

Yang ketiga, lanjut dia, akan mendorong aparat keamanan serta birokrasi agar lebih tegas dalam menghadapi kasus intoleransi.

“Ketiga agenda itulah yang akan PSI perjuangkan untuk melawan intoleransi dalam negeri bila partai ini diberi amanah masuk parlemen pada 2019,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top