Sudah Ada Tersangka, Penyidikan Kasus Dana Hibah Banjir di Pemkot Manado Terus Berjalan – strategi.id
Nusantara

Sudah Ada Tersangka, Penyidikan Kasus Dana Hibah Banjir di Pemkot Manado Terus Berjalan

Strategi.id - Sudah Ada Tersangka, Penyidikan Kasus Dana Hibah Banjir di Pemkot Manado Terus Berjalan

Strategi id – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Dr M Adi Toegarisman menegaskan, penyidikan dugaan kasus korupsi dana hibah Pemkot Manado terkait penanggulangan bencana musibah banjir bandang yang melanda Kota Manado pada 2014.

“Silakan saja (MAKI) mengajukan praperadilan kasus dana hibah itu, tapi yang jelas (Kejagung) tidak menghentikan penyidikan kasus tersebut. Bahkan sudah ada tersangkanya. Kalau nanti di penyidikan ada yang dianggap terlibat, ya kita lihat fakta hukumnya dan kami bakal tindaklanjuti ” ujar Jampidsus menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (25/6/2019).

Dalam kasus tersebut, Pidsus Kejagung telah menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah FS (unsur BPK), NJT (Kuasa Pengguna Anggaran), YSR (swasta), dan
AYH (swasta).

Penyataan Jampidsus ini sekaligus menepis anggapan LSM Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang menilai penanganan kasus itu berlarut-larut.

Beberapa waktu lalu, MAKI mengajukan 10 permohonan praperadilan terhadap Kejaksaan Agung ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan, sidang praperadilan terhadap Kejagung rencananya mulai digelar pada 27 Juni 2019.

Menurut Boyamin, MAKI meminta kepada majelis hakim agar memerintahkan Kejaksaan Agung melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Pemkot Manado. MAKI menilai penanganan kasus tersebut berlarut-larut sejak terbitnya surat perintah penyidikan (Sprindik).

“Apalagi hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Boyamin sembari menyebutkan, salah seorang pejabat tinggi Pemkot Manado yang diduga terlibat di kasus ini sudah pindah ke partai koalisi pemerintah.

Dalam kasus ini, Kejagung sempat memeriksa Wali Kota Manado Vicky Lumentut di Gedung Bundar pada 2 Oktober 2018.

Seusai diperiksa Vicky Lumentut tidak banyak memberi komentar terhadap kasus yang sedang disidik Pidsus Kejagung. Namun dia mengakui dimintai keterangan sebagai saksi.

Vicky Lumentut sempat dua kali tidak memenuhi panggilan tim penyidik Pidsus Kejagung untuk diperiksa pada 24 Agustus 2018 dan pada 24 September 2018.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top