Sudah Siapkah 98 Menjaga Pemerintahan dan Demokrasi Dari Dalam - strategi.id
Nusantara

Sudah Siapkah 98 Menjaga Pemerintahan dan Demokrasi Dari Dalam

Strategi.id – Diskusi dalam rangka Memperingati 21 Tahun Reformasi Mei 98 yang dilakukan oleh Aktivis 98 mengambil tema “Sudah Siapkah 98 Menjaga Pemerintahan dan Demokrasi Dari Dalam” di Kopi Bang Pred, Gedung Graha Pena 98, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/19)

Dalam diskusi tersebut Ray Rangkuti sebagai Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) menilai sudah saatnya aktivis 98 masuk dalam legislatif maupun eksekutif pemerintahan Joko Widodo periode 2019-2024.

Baca Juga : Aktivis 98 : Mari Kita Tunggu Hasil KPU

Ray Rangkuti mengungkapkan, faktor pertama yang melandasi aktivis 98 terjun dan masuk di pemerintahan karena takdir sejarah.

Aktivisi 98, kata Ray, memiliki pengalaman dalam sejarah perjuangan reformasi 1998 menumbangkan rezim orde baru.

“Secara usia, partisipasi tinggi. Apalagi mereka terlibat dalam politik di legislatif khususnya di daerah, tidak berlebihan jika 2019 ini mereka bisa masuk ke dalam pemerintahan, yang saya sebut sebagai faktor alami, faktor sejarah atau fakta sejarah,” ujar Ray

Ray Rangkuti juga melihat aktivis 98 menjadi jembatan penghubung sejarah antara di tahun politik 2024, dimana akan hadir wajah-wajah baru.

“Menghantar generasi baru adaptasi dengan kultur yang kita sebut kultur reformasi,” ujar Ray.

Selain itu, masuknya aktivis 98 dalam pemerintahan bisa jadi memecahkan mitos bahwa politik moral bisa berbuat untuk rakyat.

Baca Juga : Jalan Berliku Bamsoet, Patahkan Mitos Ketua DPR Gagal Ke Senayan Kedua Kalinya

Diketahui, selama ini aktivis 98 tak ada yang terjun ke pemerintahan karena terbentur politik moral dimana para aktivisi yang mengkritiksi pemerintah ujung-ujungnya untuk minta kekuasaan.

“Saya kira pengertian politik moral itu perlu di revisi ulang, bahwa yang dinamakan politik moral itu adalah seluruh aktivis dengan menggunakan kekuasaan sebesar besarnya bagi kepentingan publik,” tegas Ray.

Sementara itu ditempat yang sama Sarbini dari Aktivis FK’98 meminta kepada pemerintahan yang akan datang untuk tidak menempatkan orang yang mempunyai rekam jejak buruk dalam kabinet kerja. Pasalnya, hal itu akan mencederai tujuan dari agenda reformasi

Kehadiran aktivis 98 dalam kekuasaan sebagai pengawalan pemerintahan dari dalam, tujuannya untuk memastikan agenda reformasi yang mungkin belum terselesaikan oleh Jokowi-Jusuf Kalla, kehadiran aktivis 98 dalam pemerintahan ini menjadi solusi. Karena kami akan mengawal dan memastikan agenda reformasi tersebut ujar Sarbini ,Jumat (3/5/19).

Baca juga : Jokowi satu-satunya Presiden yang mengakui aktivis 98 mempunyai peran penting lahirnya Demokrasi di Indonesia

Jadi kehadiran teman-teman 98 di pemerintahan di harapakan bisa menjebatani keterpisahan atau terjadinya keterpisahan antara cerita atau narasi 98, semangat 98 diharapkan mampu mengelola potensi bangsa ini dengan memjalankan pemerintahan yang lebih baik dimasa akan datang,” ucap Sarbini ,S,sos ,Msi

Kritisi atas keberhasilan dan kegagalan Nawacita adalah peran aktivis 98.Hal ini mutlak untuk dilakukan sehingga pemerintah kedepan mampu melakukan perbaikan diri dari permasalahan permasalahan yang ada dan mengambil solusi terbaik buat bangsa ini.

Dalam diskusi yang di moderatori oleh Abdulkah Taruna dengan pembicara Wanda Hamidah , Ray Rangkuti, Sarbini, Wahab Talaohu, John Muhammad dan dihadiri aktivis 98 dan elemen masyarakat pro demokrasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top