Surat Terbuka Untuk Prabowo - strategi.id
Corong

Surat Terbuka Untuk Prabowo

Cerita Prabowo Soal Strategi Turunkan Ahok

“Surat Terbuka Untuk Prabowo”

Yang terhormat
Bapak Prabowo

Reaksi muncul karena ada aksi. Sikap reaktif membuat seseorang menjadi reaksioner. Sikap reaktif dipicu oleh rendahnya kemampuan mengelola emosi sehingga gagal pula mengelola informasi yang diperoleh dari hasil proses kerja inderawi (penginderaan).

Proses penginderaan yang ada dalam kendali emosi hanya berfungsi sebatas menangkap bahan keterangan yang menjadi informasi awal untuk langsung digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk bertindak. Inilah yang mendorong mengapa seseorang menjadi reaksioner dan bersikap reaktif.

Seorang reaksioner yang bersikap reaktif, dalam kendali emosi seringkali dengan mudah dimanipulasi kesadarannya oleh berbagai hal hal inderawi bersifat ilusif yang dengan sengaja diciptakan untuk mengaburkan realita yang sesungguhnya.

Itu yang akan membedakan antara sikap reaktif dan sikap responsif. Berbeda dengan sikap reaktif, sikap responsif muncul dari kepekaan nurani yang obyektif, logis, realistis dan rasional tanpa diganggu oleh permainan emosi sehingga dengan jernih mampu mengelola berbagai informasi yang diperolehnya.

Sikap responsif tidak hanya didasari oleh kemampuan penginderaan untuk memperoleh bahan keterangan berupa berbagai informasi, tetapi juga mampu untuk selanjutnya diproses melalui tahapan tahapan sesuai prosedur yang telah teruji sehingga menghasilkan beberapa pertimbangan alternatif tindakan yang direkomendasikan untuk dipilih sebagai keputusan final.

Kasus Ratna Sarumpaet (RS) semestinya bisa menjadi bahan evaluasi bagi Bapak untuk memperbaiki diri. Sekedar masukan untuk Bapak, setidaknya ada 3 hal utama yang perlu dievaluasi:

1. Informasi yang berawal dari pertemuan antara Ratna Sarumpaet dengan Fadli Zon (FZ) menjadi titik awal dari keterlibatan Bapak untuk ikut bersikap reaksioner. FZ sebagai orang terdekat dan kepercayaan Bapak yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk mampu menjadi barikade terhadap berbagai kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) terhadap Bapak, ternyata justru malah jadi pintu dari masuknya serangan fatal oleh lawan melalui RS.

2. Mengingat RS awalnya adalah pendukung Jokowi yang kemudian mengalihkan dukungannya kepada Bapak, seharusnya Bapak tidak mudah percaya begitu saja dan merasa syur dengan adanya eksodus pendukung Jokowi ke kubu Bapak. Sebagai seorang purnawirawan jenderal semestinya Bapak sangat mengenal apa yang disebut strategi Kuda Troya. Untuk itu perlu adanya peningkatan kewaspadaan dengan melakukan proses verifikasi, validasi dan terutama uji materi terhadap masuknya orang orang eks pendukung Jokowi apakah betul mereka mendukung Bapak, ataukah mereka bagian dari Operasi Intelijen yang ingin melakukan penggembosan dari dalam.

3. Perlu dilakukan perombakan besar besaran terhadap sistem dan struktur internal yang sekarang ini telah terbukti gagal dengan melakukan rotasi baik mutasi, promosi ataupun demosi agar terjadi penyegaran dan sehingga kesiagaan tetap terjaga. Yang terpenting justru untuk menutup kemungkinan agar tidak ada lagi “Fadli Zon Fadli Zon” berikutnya yang justru memfasilitasi terjadinya penghianatan di lingkar inti (inner circle).

Semoga masukan ini dapat membantu Bapak untuk bisa mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi Pilpres 2019.

Tertanda

Mahendra Uttunggadewa

Berikan Komentar

Berikan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 18 =

Atas