Dialektika

Swasembada Beras Orba Sekadar Cerita

Strategi.id -Swasembada Beras Orba Sekadar Cerita
Strategi.id -Swasembada Beras Orba Sekadar Cerita

Strategi.id – Pendukung Orde Baru (Orba) sering menceritakan sejumlah capaian prestasi pak Harto. Bahkan jelang kontestasi Pilpres 2019, paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi berkeinginan kembali ke zaman orba jika terpilih nanti. Salah satu prestasi orba yang sering dipuji pendukungnya adalah swasembada beras 1984.

Pada 1984, Indonesia diberitakan mengalami swasembada beras. Setelah pada 1977 dan 1980 melakukan impor beras dalam jumlah besar. Meski 1984 Indonesia swasembada beras, impor beras masih dilakukan. Walau pun tidak sebanyak 1977 dan 1980. Pascaswasembada, pada era 1990-an Indonesia kembali melakukan impor beras dalam jumlah besar.

Swasembada beras zaman orba sekadar cerita. Tidak ada bukti kebendaan yang bisa dilihat atau dirasakan generasi muda zaman now. Tidak ada sesuatu yang konkret, bisa dirasakan terkait berita swasembada beras di zaman orba pimpinan pak Harto.

Berbeda dengan pemimpin orba, pemimpin hari ini Jokowi-JK telah melakukan langkah konkret untuk menciptakan swasembada beras bahkan ketahanan pangan nasional. Langkah konkret pertama adalah membangun infrastruktur penunjang bagi pertanian, dan kedua adalah membangun sumber daya manusia (SDM) yang siap mengelolah sumber daya pertanian.

Baca Juga : SJR : Waspada Kebangkitan Orde Baru

Pembangunan infrastruktur penunjang seperti bendungan dan irigasi telah dilakukan pak Jokowi. Tujuannya agar petani tidak kesulitan mengairi sawahnya ketika musim kemarau tiba, dan air tidak merendam sawah saat musim penghujan melanda. Itu ada bukti konkretnya dan kita bisa lihat dengan mata kepala sendiri, bukan sekadar cerita.

Pak Jokowi juga punya tim yang siap memberikan masukan kepada beliau mengenai program mencapai ketahanan pangan. Untuk sekarang, tim ini belum dimunculkan ke permukaan. Tapi suatu saat, pasti mereka akan dimunculkan dan siap membantu pak Jokowi mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu 3 sampai 4 tahun.

Sejumlah program konkret menuju ketahanan pangan sudah dilakukan. Contohnya seperti di Kabupaten Buruh, Maluku; dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, upaya menuju ketahanan pangan sudah dilakukan. Juga di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sudah dilakukan uji coba menuju ketahanan pangan.

Untuk menuju swasembada beras, satu hektar sawah barus menghasilkan minimal 7 ton gabah dengan bibit dan varietas padi yang ada saat ini. Jika nanti bibit dan varietasnya ditingkatkan, satu hektar sawah bisa memproduksi 14 ton padi. Sekarang, satu hektar sawah baru mencapai produksi 5 ton gabah.

Baca Juga : Ketua Fraksi Hanura Inas N Zubir : Telah Muncul Genre Politik Baru Neo Orbaisme

Keberhasilan dalam swasembada beras akan berpengaruh kepada sektor lain juga. Seperti jagung, coklat, kopi dan berbagai jenis sayuran. Karena perlakuan terhadap padi, kurang lebh mirim dengan perlakuan tanaman lainnya.

Dengan demikian, tidak perlu kita kembali ke zaman orba untuk menikmati swasembada beras yang sekadar cerita itu. Lagi pula, di dunia ini tidak ada perjalanan sejarah suatu bangsa yang mundur, yang ada maju terus. Kembali ke zaman orba, sama saja dengan bunuh diri.

Berikan Komentar

Berikan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 3 =

Atas