Target Kebijakan Pemerintahan Jokowi Dengan RAPBN Rp2.439,7 T di Tahun 2019 – strategi.id
Infrastruktur

Target Kebijakan Pemerintahan Jokowi Dengan RAPBN Rp2.439,7 T di Tahun 2019

Strategi.id - Target Kebijakan Pemerintahan Jokowi Dengan RAPBN Rp2.439,7 T di Tahun 2019

Strategi.id – Jokowi mengatakan kebijakan perdagangan serta kenaikan suku bunga di Amerika Serikat berpengaruh terhadap kondisi keuangan di pasar domestik, termasuk pergerakan suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan.

Namun,Presiden Jokowi  di hadapan para Anggota Majelis Perwakilan Rakyat  menyampaikan pidato nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 di Gedung MPR-DPR RI, Kamis (16/8/18) mengatakan dengan didukung perbaikan kinerja kebijakan perekonomian nasional dan terjaganya laju inflasi, kata Jokowi, tekanan dari ekonomi global diharapkan dapat dimitigasi.

“Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Suku Bunga SPN 3 bulan tahun 2019 diperkirakan rata-rata 5,3 persen,” kata Jokowi, Kamis (16/8/18).

Sedangkan, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Oil Price (ICP) pada 2019 diperkirakan rata-rata 70 dolar Amerika Serikat per barel. Pergerakan ICP itu seiring dengan dinamika harga minyak mentah dunia yang semakin sulit diprediksi.

Pada 2019, lanjut Jokowi, beberapa faktor yang diperkirakan memengaruhi harga minyak mentah dunia dan ICP adalah geopolitik global, peningkatan permintaan seiring pemulihan ekonomi global, dan penggunaan energi alternatif.

Lifting minyak bumi pada 2019 diperkirakan mencapai rata-rata 750 ribu barel per hari, sementara lifting gas bumi diperkirakan rata-rata 1.250 ribu barel setara minyak per hari,” kata dia.

Perkiraan tingkat kenaikan tersebut, menurut Jokowi, berdasarkan kapasitas produksi dan tingkat penurunan alamiah lapangan-lapangan migas yang ada, dan penambahan proyek yang akan segera beroperasi, serta rencana kegiatan produksi 2019.

“Seluruh gambaran ekonomi makro di atas menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan  RAPBN 2019,” ujar Jokowi

Dalam RAPBN 2019, Jokowi mengatakan, belanja negara direncanakan akan mencapai Rp2.439,7 triliun atau sekitar 15 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia.

“Jumlah tersebut 10 persen lebih tinggi dari perkiraan realisasi belanja negara di 2018 atau meningkat 37,3 persen jika dibandingkan dengan belanja negara di 2014, sebesar Rp1.777,2 triliun,” tandasnya.

Menurut Jokowi kualitas belanja negara akan semakin ditingkatkan dan fokus memacu perekonomian dan menciptakan kesejahteraan rakyat yang makin merata dan adil.

“Karena itu, belanja negara pada 2019 akan diarahkan pada upaya penguatan program perlindungan sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), percepatan pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, dan penguatan desentralisasi fiskal,” ujarnya.

Jokowi menyebutkan pemerintah akan terus berkomitmen memberikan jaminan perlindungan sosial, khususnya bagi 40 persen penduduk termiskin. Pada 2018, pemerintah akan menyalurkan anggaran pada 92,4 juta jiwa penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan 10 juta keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

“Pada 2019, pemerintah akan memperkuat Program Keluarga Harapan melalui peningkatan besaran manfaat 100 persen dengan target sasaran 10 juta keluarga penerima manfaat. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan jumlah penerima bantuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi 96,8 juta jiwa,” papar dia.

Sementara, program Bantuan Pangan nonTunai (BPNT) yang dijalankan sejak 017 telah mampu menjangkau 1,28 juta keluarga penerima manfaat. Pada 2019, sasaran Bantuan Pangan non-Tunai ditingkatkan secara bertahap menuju 15,6 juta keluarga penerima manfaat, untuk menggantikan program beras sejahtera.

Pemerintah juga, kata Jokowi, akan memperkuat Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS), sebagai bentuk penataan aset produktif dan keberpihakan pada petani dan rakyat kecil, serta melanjutkan program sertifikat untuk rakyat dengan target 9 juta sertifikat pada 2019.

“Dengan demikian, dari 2014 hingga 2019 diharapkan dapat diterbitkan 25 juta sertifikat. Berbagai program sosial tersebut merupakan wujud nyata kehadiran negara melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” terang Jokowi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top