Ternyata Depresiasi Rupiah Mempengaruhi Pembangunan Infrastruktur – strategi.id
BUMN

Ternyata Depresiasi Rupiah Mempengaruhi Pembangunan Infrastruktur

strategi.id – Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar dinilai tidak hanya beresiko kepada para pengusaha, melainkan juga bagi pemerintah, terutama pada proyek-proyek infrastruktur yang sedang di kerjakan BUMN.

Nilai tukar Rupiah (IDR) terhadap Dollar AS pada hari ini. Rabu (05/09/18) menyentuh angka Rp. 15.029.  Ini merupakan posisi terendah rupiah terhadap Dollar sejak Juli 1998, setelah krisis keuangan melanda Asia.

Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya mengatakan, ada sejumlah proyek infrastruktur diketahui terpukul karena masih banyak menggunakan material impor. Contohnya di proyek perkeretaapian. “Kalau di kereta kan ada pekerjaan signaling sistem. Itu kan masih teknologi luar,” katanya diJakarta.

Selain itu, kata Pundjung, proyek infrastruktur kelistrikan seperti pembangkit juga biasanya banyak yang menggunakan komponen impor. Belum banyak material yang diperlukan proyek-proyek tersebut yang sudah diproduksi dalam negeri.

“Untuk proyek-proyek power plant misalnya, untuk turbin itu kan masih impor. Jadi untuk material-material yang belum diproduksi lokal dan harus mandatory impor, itu yang buat efeknya ke konstruksi cukup lumayan,” katanya.

Begitu pun, menurutnya, penguatan nilai tukar dolar AS yang mempengaruhi nilai proyek memberatkan bagi kontraktor. Oleh sebab itu, dia berharap pemerintah bisa melakukan eskalasi serta kompensasi terhadap para kontraktor yang sedang menggarap sejumlah proyek dengan tingkat material impor tinggi.

Pemerintah berencana menunda sejumlah proyek infrastruktur yang banyak mengandung bahan baku impor. Penundaan ini dilakukan untuk menjaga nilai tukar rupiah yang belakangan terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah sudah membuat daftar proyek infrastruktur apa saja yang kemungkinan akan ditunda pengerjaannya.

“Sudah ada list-nya, memang kita belum putuskan dari list yang ada persisnya mana yang ditunda dan tepatnya berapa lama,” kata Darmin, seusai rapat membahas pelemahan rupiah yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/8/2018)

Menurut Darmin, pemerintah akan segera mengambil keputusan akhir dalam dua sampai tiga hari ke depan. Sampai keputusan diambil, Darmin enggan menyebut proyek-proyek infrastruktur apa saja yang akan ditunda dan berapa banyak jumlahnya. “Saya enggak mau menjawabnya, tapi list-nya agak banyak,” kata dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top