Terorisme Radikal: Penghancur Negara, Fitnah Terhadap Agama - strategi.id
Dialektika

Terorisme Radikal: Penghancur Negara, Fitnah Terhadap Agama

Strategi.id -Lahir dan besar di tengah lingkungan beragam suku, ras, agama dan golongan tak menjadikan saya takut sedikitpun akan disakiti atau dilukai oleh sanak tetangga kami yang memiliki latar belakang beragam. Ya kadang memang ada konflik dan sedikit beda paham di antara orang tua bahkan kami para anak, tetapi hal itu segera terselesaikan dengan duduk makan bersama dan saling bicara, atau kami biasa menyebutnya halal bi halal.

Hubungan kami dengan kerabat tetangga kami yang berasal dari latar belakang agama dan ras berbeda sampai saat ini masih terjalin baik dan harmonis. Hanya saja, dalam dua dekade terakhir ada teroris yang berupaya menebarkan ketakutan dengan kedok agama. Namun, padahal sejatinya yang dilakukan binatang teroris itu bukanlah ajaran agama yang yang sering mereka jadikan pembungkus tindakan tak manusiawi dan biadab.

Teroris sama dengan gerakan-gerakan politik berkedok agama lainnya yang menjadikan agama sebagai cadar untuk mencapai tujuan pragmatis mereka. Tak peduli dengan kemanusiaan yang merupakan esensi dari orang beragama, mereka membabi buta menghabisi manusia yang dianggap berbeda. Padahal nyawa itu milil Tuhan, mengapa mereka seolah mau jadi Tuhan. Apakah itu tak masuk dalam kategori penistaan?

Bukan hanya teroris yang bertindak brutal dengan senjata atau bom bunuh diri, ada lagi terorist dalam bentuk lain yang juga seperti sel kanker perlahan merusak  Negeri Indobesia Tercinta. Mereka adalah kelompok-kelompok yang menebar fitnah terhadap pemerintah dan aparat.

Seolah-olah sedang menegakan kebaikan dan kebenaran, padahal diam-diam mereka bersekongkokol dengan pihak-pihak yang ingin meruntuhkan Indonesia Raya Tercinta. Lihat saja, fitnah yang mereka lontarkan kepada Negara dan Aparaturnya dan tindakan-tindakan intoleran yang mereka tujukan kepada kelompok serta kebudayaan yang dianggap berbeda serangan yang mereka anut. Ditambah lagi, upaya untuk menyerang aparat, politisi, serta tokoh bangsa dan agama yang berbeda pandangan dengan mereka.

Mereka bertindak seolah mau menyelamatkan negara dan melakukan amaliyah di jalan agamanya. Padahal sejatinya mereka terorist yang menganut paham radikalisme dan gerakan intoleran memiliki tujuan busuk untuk memunculkan fitnah terhadap agama serta berupaya meruntuhkan negeri tercinta Indonesia.

Jangan biarkan mereka bertambah besar, hancurkan! Jangan diam, lawan!!!!!

Penulis: Asto Notonegoro (Jurnalis).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top