Tiga Alasan KPAI Mendukung Penuh PPDB Sistem Zonasi – strategi.id
Nusantara

Tiga Alasan KPAI Mendukung Penuh PPDB Sistem Zonasi

Strategi.id - Tiga Alasan KPAI Mendukung Penuh PPDB Sistem Zonasi

Strategi.id – Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mendukung penuh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sistem Zonasi dikarenakan tiga alasan.

“Pertama, KPAI mengapresiasi Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah yang menerapkan secara sungguh-sungguh  kebijakan PPDB sistem zonasi, karena tujuan dari sistem zonasi adalah untuk memberi layanan akses yang berkeadilan bagi masyarakat, upaya pemerataan mutu pada semua satuan pendidikan, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.” kata Retno dalam pers release, Rabu (17/06/20).

Retno mengatakan kecenderungan terpusatnya peserta didik pada sekolah tertentu yang dianggap unggulan dan favorit lambat  laun akan berubah. Semua sekolah harus unggul dan berkualitas. Langkah berikutnya adalah mendorong pemerintah daerah untuk meratakan sarana dan prasara, pemerataan pendidik berkualitas, dan sebagainya. 

Retno menjelaskan alasan kedua, Kebijakan Zonasi Sejalan dengan Kepentingan Terbaik Bagi Anak, karena sistem zonasi yang mendekatkan jarak rumah ke sekolah adalah suatu kebijakan yang sejalan dengan kepentingan terbaik bagi anak sebagaimana prinsip yang tertuang dalam Konvensi Hak Anak (KHA). Jika anak bersekolah dekat dengan rumah, maka ada banyak dampak positif bagi anak,

Selanjutnya ia menjelaskan alasan ketiga, Sistem PPDB yang lama cenderung mengutamakan kecerdasan akademik, akhirnya sekolah-sekolah focus pada kecerdasan akademik dan mengabaikan kecerdasan anak selain akademis. Padahal, ada delapan jenis kecerdasan anak menurut teori Multiple Intelligences atau kecerdasan multipel. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh pakar pendidikan yang juga dari Universitas Havard, Howard Gardner. 

Retno mengatakan Howard membagi kecerdasan  menjadi delapan jenis kecerdasan anak, yaitu kecerdasan linguistic, kecerdasan logika atau matematis, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan musikal), kecerdasan spasial, kecerdasan kinetik), dan kecerdasan naturalis.

“Thomas menjelaskan, setiap anak barangkali bisa memiliki delapan jenis kecerdasan ini. Hanya saja, ada anak yang hanya menonjol pada satu atau lebih jenis kecerdasan tersebut.” Tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top