TigerGraph Ekspansi Dengan Membuka Kantor Baru Di Indonesia - strategi.id
Teknologi

TigerGraph Ekspansi Dengan Membuka Kantor Baru Di Indonesia

Strategi.id - Reza Pahlevi, Managing Director TigerGraph Indonesia

Strategi.id – TigerGraph adalah platform yang menjalankan analytics dan machine learning terhadap data terkoneksi di tingkat lanjutan. Dengan native graph database pertama dan satu-satunya di industri, teknologi TigerGraph yang terbukti unggul dapat mendukung penerapan analytics dan machine learning terdepan seperti deteksi penipuan, anti pencucian uang, entity resolution, customer 360, rekomendasi, knowledge graph, keamanan siber, rantai pasokan, IoT, dan analisis jaringan. Perusahaan berpusat di Redwood City, California, Amerika Serikat.

“Kami melihat ada peningkatan permintaan terhadap solusi graph analytics terdepan dari TigerGraph dari berbagai vertikal industri termasuk pemerintah, telekomunikasi, dan perbankan, sehingga kami memperluas sumber daya manajerial kami untuk mendukung pertumbuhan pasar secara lokal dan regional,” ujar Joseph Lee, Vice President of Asia Pacific & Japan, TigerGraph.

“Reza menawarkan kepemimpinan yang telah teruji di tengah bisnis industri TI yang sangat kompetitif. Ia akan memegang peran penting dalam mendorong keberlanjutan client excellence TigerGraph di Indonesia, melayani klien terpandang seperti Perum Peruri, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan di APAC yang memanfaatkan kemampuan native parallel graph untuk mengakselerasi transformasi digitalnya”, ujar Joseph Lee.

TigerGraph mengumumkan keberlanjutan ekspansinya di pasar Asia-Pasifik dengan membuka kantor baru di Indonesia sekaligus menunjuk Reza Pahlevi sebagai Managing Director. Perusahaan menunjuk Reza Pahlevi mengemban tugas dalam memimpin strategi pengembangan TigerGraph di pasar terkait, mendorong inisiatif yang menumbuhkan perusahaan, serta melakukan skala terhadap operasi bisnis untuk mendukung adopsi pelanggan TigerGraph yang tumbuh pesat.

Lebih lanjut, pihak perusahaan menjelaskan kehadiran TigerGraph di Indonesia telah dirancang secara strategis dalam menjawab peluang pasar, seiring dengan graph technology yang menjadi salah satu dari 10 tren yang ditemukan pada transformasi bisnis di 2021. Mengacu pada Gartner, graph technology diprediksi akan digunakan di 80% dalam inovasi data dan analytics pada 2025, naik dari hanya 10% pada 2021.

Mengingat Indonesia terus tumbuh sebagai salah satu pusat inovasi terdepan di tingkat regional, organisasi perlu mengambil sikap terhadap big data yang dimiliki dalam menghasilkan powerful insights untuk analytics secara lebih mendalam, lebih luas, dan operasional yang lebih terukur. TigerGraph merupakan satu-satunya graph database yang mampu menyediakan deep link analytics secara real-time melalui banyak node atau hop untuk koleksi data yang besar, membuatnya menjadi fondasi yang sempurna bagi bisnis untuk mengakselerasi kemampuan analytics, AI, dan machine learning seraya menjaga keamanan dan kontrol data secara lokal untuk meningkatkan transparansi data.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top