Tokoh Sunda Tangsel Minta Maskot Pilkada Diganti Agar Lebih Mengayomi Semua Suku – strategi.id
Nusantara

Tokoh Sunda Tangsel Minta Maskot Pilkada Diganti Agar Lebih Mengayomi Semua Suku

Strategi.id - Tokoh Sunda Tangsel Minta Maskot Pilkada Diganti Agar Lebih Mengayomi Semua Suku

Strategi.id – Hingar bingar Pemilihan Umum Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), sudah sangat terasa hangat walaupun sempat mengalami pemunduran akibat pamdemi covid-19.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangsel, sebagai penyelenggara pun sudah melakukan tahapan demi tahapan untuk mensukseskan hajat demokrasi di tujuh Kecamatan.

Yang menarik, KPU Kota Tangsel secara resmi mulai gencar melakukan pengenalan Maskot Pilkada Tahun ini kepada masyarakat.

Dapat dijumpai melalui halaman website kotatangerangselatan-kpu.go.id. secara resmi KPU melaunching SiPangsi sebagai Maskot dihadapan Walikota Airin Rachmy dan Peserta Pemilu seperti Partai Politik, pada Desember lalu.

Sedikit pujian, Maskot “SiPangsi” menuai banyak kritikan, salah satunya Tokoh Paguyuban Sunda Tangsel Tubagus Acil.

Menurut TB Acil, maskot Pilkada tahun ini (2020) hanya mewakili temen-temen dari etnis betawi saja, sebagai etnis yang umumnya sebagai mayoritas di Tangsel.

Tokoh muda sunda menayakan landasan sejarah mengapa KPU Kota Tangsel mengambil “Sipangsi” sebagai maskot? padahal menurut Pemuda asal Serpong ini, maskot “Sipangsi” kurang mengayomi etnis lain di Kota Tangsel.

TB Acil juga menjelaskan, bahwa yang namanya maskot itu harus mempunyai sifat mewakili setiap unsur kebudayaan masyarakat, jika mau dibilang pemilu yang berkebudayaan.

“Maskot pilkada harusnya lebih adil, mengikut sertakan seluruh unsur kebudayaan yang ada di Tangsel jangan hanya Betawi, tetapi kebudayaan Sunda dan Tionghoa Perlu di masukan”.Tutupnya.

Begitupun Yofi Yana. Ketua Aspirasi Pemuda Serpong, mengatakan bahwa KPU Kota Tangsel harus netral terkait pembuatan maskot, karena di kota ini bukan hanya Betawi. tapi meliputi berbagai suku.

“Tangsel ini sudah jadi kota urban alias multietnis, ya walaupun kalau sejarah masyarakat sudah ada dari kerajaan sunda (Pajajaran & Banten).

Tokoh muda sunda ini berharap ada kajian ulang tentang maskot pilkada, agar nantinya memudahkan masyarakat mengingat.

“Diusahakan maskot pilkada dapat menjadi daya tarik dan bisa mendongkrak partisipasi pemilih di Tangsel yang cenderung kecil dibandingkan daerah lain” Tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top